Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Berguru Kepada Impersonal Teachers (4)
Berguru Kepada Burung Gagak
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Salah satu obyek yang diisyaratkan sebagai guru, pernah dijadikan sebagai obyek pembelajaran Qabil, putra Adam-Hawa ialah burung Gagak. Ketika Qabil dibakar api cemburu, karena pasangan yang seharusnya dikawini kebetulan tidak cantik dan qurbannya ditolak. Sementara gadis pasangan nikah Habil cantik dan qurbannya diterima, maka Qabil membunuh saudaranya sendiri. Setelah Habil mati dibunuhnya, maka ia kebingungan ditambah dengan penyesalan yang amat mendalam, akan diapakan saudaranya yang baru saja dibunuh itu?
Dalam suasana kebingungan itu, maka Tuhan mendatangkan seekor burung gagak (al-gurab) untuk mengajari bagaimana menguburkan mayat saudaranya yang sekaligus orang yang taat kepada Tuhan itu. “Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayit saudaranya. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayit saudaraku ini?" (QS Al-Maidah/ 5:31). Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal.
Baca juga : Berguru Kepada Burung Hud-hud
Penyesalan selalu datang terlambat dan perbuatan dosa pasti selalu menyiksa dan membuat gelisah. Keadaan seperti inilah yang dialami Qabil setelah membunuh saudaranya, Habil, yang merupakan pembunuhan pertama jenis manusia di muka bumi ini. Karena itu, Habil dikecam dalam Al-Qur’an: “Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi” (QS Al-Maidah/ 5:30).
Kehadiran burung gagak menginspirasi Qabil untuk melakukan sesuatu yang bersifat lebih manusiawi kepadanya. Ia bertambah malu karena ternyata yang mengajarinya kearifan adalah seekor burung. Benar firman Allah bahwa terkadang manusia lebih hina daripada binatang Salah satu obyek yang diisyaratkan sebagai guru, pernah dijadikan sebagai obyek pembelajaran Qabil, putra Adam-Hawa ialah burung Gagak.
Baca juga : Berguru Kepada Pohon (Bagian 2)
Ketika Qabil dibakar api cemburu, karena pasangan yang seharusnya dikawini kebetulan tidak cantik dan qurbannya ditolak. Sementara gadis pasangan nikah Habil cantik dan qurbannya diterima, maka Qabil membunuh saudaranya sendiri.
Setelah Habil mati dibunuhnya, maka ia kebingungan ditambah dengan penyesalan yang amat mendalam, akan diapakan saudaranya yang baru saja dibunuh itu?
Baca juga : Berguru Kepada Pohon
Dalam suasana kebingungan itu, maka Tuhan mendatangkan seekor burung gagak (al-gurab) untuk mengajari bagaimana menguburkan mayat saudaranya yang sekaligus orang yang taat kepada Tuhan itu. “Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayit saudaranya. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayit saudaraku ini?" (QS Al-Maidah/ 5:31). Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.