Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Bill Gates sedang mengembangkan vaksin Tuberkulosis (TB) untuk dunia. Dan, Indonesia menjadi salah satu tempat yang akan diujicoba.
Dalam hal ini, maka yang dilakukan adalah uji klinik penelitian kandidat vaksin TB, fase tiga. Perlu diketahui bahwa uji klinik adalah suatu bentuk penelitian/riset untuk menilai modalitas baru (bisa obat, vaksin, alat diagnosis dll.) dan mengevaluasi efeknya pada kesehatan manusia.
Orang yang masuk dalam penelitian ini harus bersifat sukarela dan mendapat penjelasan yang rinci sebelum mau bergabung sebagai sampel dalam suatu uji klinik. Jadi jelas tidak ada paksaan dan harus dengan penuh transparansi.
Baca juga : Penelitian Vaksin TB Baru, Presiden Prabowo & Bill Gates
Dalam prosesnya uji klinik (apapun bentuknya) di desain dengan sangat seksama, di analisa secara mendalam, dan harus disetujui oleh aparat berwenang sebelum dimulai, termasuk komite etika penelitian.
Seluruhnya ada empat fase uji klinik. Yang pertama dilakukan pengujian pada hanya sedikit orang saja, untuk menilai dosis yang aman dan mengidentifikasi efek samping. Hal ini dapat didahului dengan pra uji klinik sebelumnya pada binatang, sesudah penelitian laboratorium.
Sesudah hasil fase satu cukup baik dan terbukti aman maka dilanjutkan dengan fase dua, yang dilakukan pada jumlah kasus yang lebih banyak, untuk memonitor efek samping dan mulai menilai efektifitas hasilnya.
Baca juga : Prabowo Ingin Anugerahi Bill Gates Bintang Kehormatan
Selanjutnya dilakukan fase ke tiga, seperti yang dilakukan di Indonesia untuk vaksin tuberkulosis sekarang ini. Pada fase ini penelitian uji klinik dilakukan pada lebih banyak lagi orang di berbagai negara dan mungkin juga berbagai benua. Untuk uji klinik vaksin tuberkulosis fase tiga ini maka informasinya akan dilakukan pada sekitar 20 ribu orang di lima negara, termasuk Indonesia.
Hasil uji klinik fase tiga ini-kalau memang berhasil baik dan tidak ada efek samping bermakna-seringkali merupakan langkah sebelum produknya (dalam hal ini vaksin) akan disetujui untuk digunakan secara luas.
Selanjutnya, yang terakhir adalah uji klinik fase empat, yang dilakukan di masing-masing negara (sesudah vaksin disetujui dn digunakan) dengan populasi yang sudah amat luas dan waktu evaluasi yang lebih lama.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.