Dark/Light Mode
Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (44)
Karya Peradaban Islam: Dari Alkimia Ke Kimia
Tausiah Politik
Sebelumnya
Alkimia dan Kimia dilakukan berbarengan oleh ilmuwan Islam membuktikan peran tauhid di dalam diri para ilmwuan Muslim. Bedanya dengan ilmuwan Barat yang hanya menonjolkan studinya pada Kimia, bukan pada Alkimia. Bahkan umumnya mereka menganggap Alkimia sebagai titik-titik lemah Jabir, karena mencampuradukkan sesuatu antara yang sains dengan sesuatu yang non-sains. Alkimia dianggap sesuatu yang nothing karena tidak bisa dicerna akal objektif.
Padahal, Alkimia adalah wujud pengetahuan yang diperoleh melalui proses olah batin. Dan Kimia, pengetahuan yang diperoleh melalui proses olah nalar. Para ilmuwan Islam tidak mempertentangkan antara satu dan yang lainnya karena semuanya bersumber dari sumber yang sama, Allah SWT.
Baca juga : Karya Peradaban Islam: Dari Alkimia Ke Kimia
Parsialisasi dunia keilmuan barat, yang memisahkan antara ilmu-ilmu objektif dengan ilmu-ilmu subjektif menyebabkan timpangnya ilmu pengetahuan Barat. Alkimia dan Kimia seharusnya dianggap sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan untuk mencapai martabat kemanusiaan yang sejati.
Pengetahuan yang hanya mengandalkan rasio semata dan menafikan ilmu-ilmu yang bersifat spiritual justru akan menjadikan ilmu pengetahuan itu kehilangan unsur moral.
Baca juga : Karya Peradaban Islam: Ilmu Kimia
Akibatnya, ilmu pengetahuan bukannya mengangkat martabat kemanusiaan tetapi malah merendahkan dan menjatuhkan martabat kemanusiaan itu sendiri. Kita perlu berterima kasih kepada para ilmuan muslim di abad pertengahan karena telah mewariskan sains yang utuh atau ilmu yang bertauhid.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Jumat, 26 September 2025 dengan judul "Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (44) Karya Peradaban Islam: Dari Alkimia Ke Kimia"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.