Dark/Light Mode

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (68)

Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Al-Fazari

Jumat, 31 Oktober 2025 06:19 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Temuan Astrolabe Al-Fazari membantah teori Barat yang mengatakan bahwa Zaman Renaisans adalah zaman pencerahan (enlightenment) yang seolah-olah sebelumnya adalah abad kegelapan dan identik dengan kebodohan serta kemiskinan peradaban.

Jika itu dibatasi di Barat, mungkin benar. Akan tetapi, jika digeneralisasi, tentu tidak benar, karena sebelum Renaisans dunia Islam sudah mencapai peradaban tinggi, sebagaimana disebutkan dalam beberapa artikel terdahulu. Bahkan bisa dikatakan bahwa roh Renaisans sesungguhnya adalah roh Islam, karena lahirnya Renaisans disemangati oleh kemajuan Timur (Islam) di tengah masih gelapnya peradaban Barat saat itu.

Baca juga : Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Al-Khawarizmi

Perbedaan mendasar antara peradaban Islam (abad pertengahan) dan Renaisans Barat terletak pada kenyataan bahwa peradaban Islam disemangati oleh unsur spiritual tauhid, sedangkan Renaisans disemangati oleh rasionalisme. Peradaban yang disemangati oleh spiritualitas tentu akan lebih dirasakan manfaatnya oleh manusia dan kemanusiaan. Akan tetapi, peradaban yang disemangati oleh rasionalisme akan terjebak pada paham antropocentris, yang hanya akan memenuhi harapan dan kebutuhan material manusia, tanpa menyentuh wilayah spiritualnya.

Tidak heran jika zaman positivisme di Barat berlalu dengan cepat, karena terdengar teriakan Einstein bahwa: “Ilmu tanpa agama buta, dan agama tanpa ilmu lumpuh.” Ini artinya, peradaban yang benar ialah “Iqra’ biismi Rabbik”, peradaban yang berketuhanan.

Baca juga : Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Ibn Rusyd

Al-Fazari termotivasi untuk mengembangkan Astrolabe oleh pandangan hidupnya sebagai seorang Muslim, yang setiap saat harus menunaikan salat kapan pun dan di mana pun. Karena itu, untuk menentukan arah kiblat, waktu-waktu salat, serta tanggal 1 Ramadhan untuk mulai berpuasa, dan lain-lain, diperlukan alat-alat yang canggih seperti Astrolabe—meskipun kegunaannya bukan sekadar itu.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Jumat, 31 Oktober 2025 dengan judul "Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (68) Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Al-Fazari"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.