Dark/Light Mode

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (76)

Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Ibn ‘Arabi

Minggu, 9 November 2025 05:48 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Perjalanan intelektualnya berlanjut ke Konya, yang kini dikenal sebagai tempat makam sufi besar Jalaluddin Rumi. Di kota ini Ibn ‘Arabi semakin arif, mampu menyelaraskan antara kosmologi Timur dan kosmologi Barat. Dari Konya, ia melanjutkan perjalanan ke Armenia, lalu ke lembah Eufrat, hingga tiba di Bagdad.

Di kota tua ini, ia berjumpa dengan sufi besar Syihabuddin ‘Umar al-Suhrawardi, penulis kitab ‘Awarif al-Ma‘arif yang kini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Pustaka Hidayah.

Baca juga : Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Jalaluddin Rumi

Nama Ibn ‘Arabi juga sangat terkenal di dunia Barat. Di Skandinavia, misalnya, berkembang sebuah komunitas bernama Ibn ‘Arabi Society, kelompok yang menjadikan ajarannya sebagai pandangan hidup dan spiritualitas. Pengaruhnya kemudian meluas hingga ke Amerika dan Asia Tenggara.

Banyak karya akademik lahir dari pemikiran Ibn ‘Arabi, baik dalam bentuk tesis, disertasi, puisi, maupun tulisan populer. Di kalangan perguruan tinggi Barat, peminat pemikiran mistik Islam seperti Al-Ghazali dan Ibn ‘Arabi terus bertambah. Bahkan sebagian pengagumnya menggambarkan bahwa setelah Nabi Muhammad, tokoh terbesar dalam spiritualitas Islam adalah Ibn ‘Arabi.

Baca juga : Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Al-Gazali

Salah satu konsep penting yang sering dikaitkan dengan Ibn ‘Arabi adalah Wahdat al-Wujud (Kesatuan Wujud), yang menegaskan adanya kesatuan antara Tuhan (al-Haqq) dan makhluk (al-Khalq).

Menurut W. C. Chittick, sebagaimana dikutip oleh Kautsar Azhari Noer, Ibn ‘Arabi menjelaskan konsep ini demikian: “Dengan diri-Nya, Dia melihat diri-Nya; dan dengan diri-Nya, Dia mengetahui diri-Nya. Tidak ada yang melihat-Nya selain Dia, tidak ada yang memahami-Nya selain Dia. Hijab-Nya adalah keesaan-Nya; tiada hijab selain Dia. Hijab-Nya tanpa sifat apa pun… Nabi-Nya adalah Dia, pengutusan-Nya adalah Dia, dan kalam-Nya adalah Dia. Dia mengutus diri-Nya kepada diri-Nya.”

Baca juga : Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Al-Fazari

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Minggu, 9 November 2025 dengan judul "Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (76), Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Ibn ‘Arabi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.