Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dalang Wayang Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Motif ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, tepatnya di komplek Kodamar TNI Angkatan Laut, sampai sekarang belum jelas. Untuk sementara terduga peledakan dilakukan seorang siswa yang mengalami perudungan oleh siswa lain. Namun kalau dilihat dari tata waktu serta lokasi peledakan, pelaku sangat lihai dan cerdas. Pelaku peledakan sengaja menggunakan strategi low profile high impact untuk melakukan aksinya.
Ledakan pertama dilakukan di dekat masjid saat sholat Jumat berlangsung. Artinya Ledakan tersebut akan banyak menelan banyak korban. Lokasi peledakan di komplek instalasi militer yang dijaga ketat. Pesan yang disampaikan, pelaku peledak mampu menerobos sistem keamanan setempat. Pemilihan waktu di hari Jumat untuk memperpanjang waktu penanganan aparat. Dengan harapan pada hari Sabtu dan Minggu pemberitaan tentang peledakan terus jadi berita utama. Inilah yang dimaksud dengan strategi “low profile high impact.”
“Strateginya mirip peristiwa bom di JW Marriott beberapa tahun lalu,” celetuk Petruk prihatin. Romo Semar mencoba mengingat peristiwa peledakan bom di JW Marriott pada tanggal 17 Juli 2009. Pelaku pengeboman menyasar para pebisnis asing yang sedang melakukan acara breakfast meeting setiap Jumat pagi. Kebetulan pada hari Sabtunya akan datang pemain klub sepak bola Manchester United (MU) dan menginap di hotel yang sama. Dengan adanya peristiwa bom tersebut, para pemain MU urung datang. Namun pemberitaan pengeboman tersebut menyebar ke seluruh dunia.
Baca juga : Pro Kontra Gelar Pahlawan Kumbakarna
Seperti biasa, Romo Semar mengawali paginya dengan secangkir kopi pahit. Penganan tradisional tiwul dan parutan kelapa menambah selera makan pagi Padepokan Klampis Ireng. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatan Romo semar ke zaman Mahabarata. Di mana, Jaka Maruta menebar teror kepada rakyat kerajaan Mandura.
Kocap kacarito, Jaka Maruta adalah nama kecil dari Kangsa Dewa anak haram Prabu Basudewa. Jaka Maruta ingin menuntut balas atas kematian bapaknya yaitu Prabu Gorowongso yang tewas oleh Prabu Basudewa.
Konon saat Prabu Basudewa berburu ke hutan, datanglah Gorowongso raja raksasa yang menyamar sebagai Basudewa. Istri Basudewa Dewi Maerah tidak menyangka suaminya pulang lebih cepat. Basudewa gadungan minta dilayani seperti layaknya suami istri. Dari peristiwa tersebut Dewi Maerah melahirkan bayi berwujud raksasa bernama Jaka Maruta.
Baca juga : Setahun Pemerintahan Puntadewa
Penyamaran Basudewa palsu terungkap. Terjadilah perang tanding antara Basudewa dan Gorowongso. Dalam waktu singkat, Gorowongso tewas oleh pusaka keris Basudewa. Jaka Maruta terlanjur diakui sebagai anak Basudewa.
Selain menuntut balas kepada Basudewa, Jaka Maruta berniat merebut tahta kekuasaan Mandura. Untuk memuluskan rencana jahatnya, Jaka Maruta menebar teror dengan menciptakan suasana kekacauan dan ketakutan kepada para kawula Mandura. Suasana kaos sengaja diciptakan untuk mendegradasi pemerintahan Basudewa.
“Apakah Jaka Maruta berhasil membuat kacau Mandura, Mo,” sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Betul, Tole. Kerajaan Mandura sempat kacau karena ulah Jaka Maruta,” jawab Romo Semar pendek.
Baca juga : Drupada Juru Damai Trah Barata
Namun niat jahat Jaka Maruta merebut tahta kerajaan Mandura dipatahkan oleh anak Basudewa yaitu Kakrasana dan Narayana. Yang membangun dan merusak pasti menang yang membangun. “Suro diro jayaningrat lebur dening pangastuti. Artinya bahwa perilaku jahat kalah oleh kebenaran,” papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.