Dark/Light Mode
Tausiah Politik
Sebelumnya
Demikian pula proses pergantian kepemimpinan dari Abu Bakar kepada Umar, dari Umar kepada Utsman, dari Utsman kepada Ali, hingga Mu’awiyah bin Abi Sufyan, masing-masing memiliki model suksesi yang berbeda-beda.
Munculnya partai-partai politik bercorak keagamaan di Barat, seperti Partai Demokratik Kristen di Jerman dan Italia, mengindikasikan adanya kelompok masyarakat yang melihat kelemahan-kelemahan dalam sistem demokrasi liberal dan demokrasi sosial.
Baca juga : Hidup-Matinya Sebuah Rezim dalam Al-Qur`an
Karena itu, mereka mendeklarasikan bentuk demokrasi yang bercorak keagamaan. Demokrasi sekuler di dunia Barat, oleh komunitas Barat sendiri, mulai dipertanyakan.
Apalagi masyarakat di Asia dan Afrika telah lebih dahulu mempertanyakannya.
Baca juga : Islam Di Negeri Serantau
Semakin populernya istilah double standard yang disuarakan dunia Timur terhadap dunia Barat menjadi bukti adanya kelemahan konsep tersebut.
Semangat Pancasila dan UUD 1945 yang mendasari berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia sesungguhnya merupakan elaborasi dari unsur-unsur positif berbagai pemikiran Muslim kontemporer. Oleh karena itu, wajar jika Nahdlatul Ulama memandang NKRI sebagai bentuk final dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca juga : Harapan Dunia terhadap Indonesia: China
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Jumat, 19 Desember 2025 dengan judul "Keunggulan Demokrasi Pancasila"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.