Dark/Light Mode
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Tausiah Politik
Sebelumnya
Menarik untuk dicermati bahwa tidak semua manusia akan digoda Iblis. Ada kelompok manusia yang bebas dari gangguan Iblis, yaitu kelompok al-mukhlashūn, bukan al-mukhlishūn. Perbedaan keduanya ialah: al-mukhlishūn adalah orang yang mencapai puncak keikhlasan melalui usaha dirinya, sedangkan al-mukhlashūn adalah mereka yang keikhlasannya dianugerahkan secara proaktif oleh Allah SWT.
Al-mukhlishūn masih menyadari dirinya sedang berada dalam posisi ikhlas, sementara al-mukhlashūn sudah tidak lagi menyadari hal itu. Keikhlasan telah menjadi habitus dan bagian dari kehidupan sehari-harinya.
Baca juga : Jejak Awal Korupsi: Kecemburuan
Al-mukhlishūn masih berisiko diganggu Iblis karena masih menyadari dirinya berbuat ikhlas. Sedangkan al-mukhlashūn sudah tidak dapat diganggu lagi; Iblis menyerah karena mereka berada dalam perlindungan langsung Allah SWT. Berbagai firman Allah SWT. menegaskan bahwa orang-orang yang telah mencapai maqam al-mukhlashūn tidak lagi mempan terhadap godaan Iblis. Ayat-ayat tersebut antara lain:
“Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih (al-mukhlashūn)” (QS Yusuf [12]: 24).
Baca juga : Motif Eksodus Muslim ke Negara Non-Muslim
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Minggu, 4 Januari 2026 dengan judul "Sosiologi Korupsi (2) Jejak Awal Korupsi: Keangkuhan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.