Dark/Light Mode

Kajian Teosofi (1)

Apa Itu Kajian Teosofi?

Senin, 2 Maret 2026 05:30 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Sebagai seorang Muslim, penulis menyadari adanya kemungkinan keterlibatan subjektif dalam menganalisis data dan fakta. Namun, penulis berkomitmen untuk menonjolkan unsur-unsur vital teosofi, di antaranya memandang kemanusiaan sebagai satu kesatuan (humanity is only one) yang memiliki kapasitas intelektual, spiritual, dan sensorial yang universal.

Pendekatan Teosofi bisa dianggap relatif baru dibandingkan disiplin metodologi lain. Namun, akarnya telah merentang panjang dari masa Plato hingga Al-Farabi, bahkan hingga Helena Petrovna Blavatsky dan Henry Steel Olcott yang memperkenalkan istilah ini secara modern pada 1875.

Baca juga : Sosiologi Korupsi (39) Mujahadah Hakim

Secara etimologi, Teosofi berasal dari bahasa Yunani: Theos (Tuhan) dan Sophia (kebijaksanaan). Secara sederhana, Teosofi berarti "Kebijaksanaan Tuhan" (The Wisdom of God).

Pendekatan ini memperkenalkan sisi-sisi lain yang mungkin belum banyak dikembangkan di lingkungan pendidikan keagamaan di Indonesia, seperti pesantren dan madrasah. Padahal, metode ini sangat penting bagi bangsa yang plural seperti Indonesia, terutama di bawah naungan Kementerian Agama, seiring dengan dikembangkannya konsep "Kurikulum Berbasis Cinta" (KBC) dan Eko-Teologi (ET).

Baca juga : Penyelesaian Secara Politik

Kajian ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk memaksakan persamaan pada hal yang berbeda, atau sebaliknya, membedakan hal yang sesungguhnya sama. Metode ini justru bertujuan mencerdaskan masyarakat agar dapat menerima perbedaan dan merayakan persamaan tanpa menimbulkan ketegangan konseptual antarwarga bangsa. Pendekatan ini selaras dengan falsafah dasar kita, Bhinneka Tunggal Ika.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Senin, 2 Maret 2026 dengan judul "Kajian Teosofi (1) Apa Itu Kajian Teosofi?"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.