Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Swedia Pesta Gol 5-1 ke Gawang Tunisia
- S3 Ilmu Hukum Universitas Borobudur Tawarkan Pendidikan Berkualitas Berstandar Internasional
- PLN EPI Dorong CBG dari Limbah Sawit untuk Kurangi Emisi dan LNG
- Khofifah Ajak Alumni FH Unair Buka Peluang Magang Bagi Mahasiswa
- Tampung 245.980 Murid Baru, Disdik DKI SPMB Objektif, Transparan dan Inklusif
Indonesia Menjaga Stabilitas Geopolitik Global Di Era Presiden Prabowo
Senin, 13 April 2026 07:52 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Sebelumnya
Dari itu menjaga stabilitas global tidak cukup hanya dengan pendekatan eksternal. Fondasi utamanya tetap terletak pada kekuatan domestik. Sebuah negara hanya dapat berperan efektif di tingkat global jika ia memiliki stabilitas internal yang kokoh. Dalam hal ini, konsolidasi ekonomi, penguatan institusi, serta pembangunan sumber daya manusia menjadi prasyarat yang tidak bisa diabaikan. Indonesia juga harus memastikan bahwa pertumbuhan ekonominya inklusif dan berkelanjutan, sehingga mampu menjadi bantalan terhadap guncangan eksternal. Bersamaan pula tata kelola pemerintahan yang baik akan meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata dunia, memperkuat posisinya sebagai mitra yang dapat dipercaya.
Di tengah berbagai upaya tersebut, tantangan tetap tidak dapat dihindari. Dunia yang semakin kompleks menuntut kemampuan adaptasi yang tinggi. Kebijakan yang efektif hari ini belum tentu relevan di masa depan. Oleh karena itu, fleksibilitas menjadi kunci. Maka Indonesia harus fasih terus menerus membaca arah perubahan global, mengantisipasi potensi krisis, dan meresponsnya dengan kebijakan yang tepat.
Baca juga : Geopolitik Indonesia Menghadapi Guncangan Geopolitik Global
Dari sana kepemimpinan memainkan peran yang sangat penting. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut untuk memahami realitas yang ada, tetapi juga mampu membayangkan masa depan yang ingin dicapai, serta mengarahkan bangsa menuju ke sana. Era kepemimpinan Presiden Prabowo membuka ruang bagi pendekatan yang lebih pragmatis tanpa meninggalkan idealisme.
Di satu sisi, Indonesia tetap berpegang pada nilai-nilai perdamaian, kerja sama, dan keadilan global. Di sisi lain, ia juga tidak ragu untuk memperkuat posisinya melalui berbagai instrumen kekuatan nasional. Pendekatan ini mencerminkan kesadaran bahwa dunia tidak selalu berjalan sesuai dengan norma yang diharapkan. Dalam situasi tertentu, kepentingan nasional harus dijaga dengan ketegasan
Baca juga : Menjaga Kedaulatan Nasional Di Tengah Perang Timur Tengah Gejolak Geopolitik Global
Dalam konteks inilah pula, peran Indonesia menjadi semakin relevan. Sebagai negara yang lahir dari keberagaman, Indonesia memiliki pengalaman historis dalam mengelola perbedaan. Pengalaman ini menjadi modal moral dan politik yang dapat dibawa ke tingkat global. Dengan demikian, di era kepemimpinan Presiden Prabowo, upaya Indonesia menjaga stabilitas global tidak hanya menjadi agenda kebijakan, tetapi juga cerminan dari identitas bangsa itu sendiri. Sebuah bangsa yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga berkontribusi bagi dunia yang lebih damai dan seimbang. Peran ini menjadi semakin penting, sekaligus menjadi ujian bagi kemampuan Indonesia untuk tetap teguh dan Waspada di tengah arus yang tidak selalu bersahabat.
Prof. Dr. Drs. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah Pemerhati Geopolitik, dan Geostrategi, serta Manajemen Pemerintahan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya