Dark/Light Mode

Relevansi KAA Dalam Pusaran Geopolitik Global Yang Tak Menentu

Senin, 20 April 2026 06:48 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Dengan demikian, Dasasila Bandung tidak hanya bersifat universal, tetapi juga kon­tekstual. Tambahan pula hari-hari ini semakin jelas realitas global diwarnai oleh konflik berkepanjangan, intervensi sepihak, serta meningkatnya ketegangan ­antarnegara. Dalam ­banyak kasus, prinsip non-­intervensi dilanggar, kedaulatan negara diabaikan, dan penyelesaian damai sering kali digantikan oleh pendekatan kekuatan.

Dalam konteks Indonesia, posisi ini menghadirkan tan­tangan sekaligus peluang. ­Sebagai ­negara dengan tradisi politik luar negeri bebas aktif, Indonesia tidak hanya dituntut untuk menjaga kedaulatan nasional, tetapi juga memainkan peran sebagai penyeimbang dalam percaturan global. Warisan nilai-nilai KAA memberikan fondasi normatif bagi Indonesia untuk tidak terjebak dalam logika blok ke­kuatan, melainkan mengedepankan diplomasi yang inklusif dan berorientasi pada kepen­tingan bersama.

Baca juga : Indonesia Menjaga Stabilitas Geopolitik Global Di Era Presiden Prabowo

Relevansi Dasasila Bandung dalam geopolitik Indonesia masa kini juga terlihat dalam upaya memperkuat solidaritas regional dan antarnegara berkembang. Inisiatif kerja sama Selatan-Selatan, penguatan peran dalam organisasi multilateral, serta keterlibatan aktif dalam isu-isu global seperti keamanan maritim menunjukkan bahwa Indonesia tidak sekadar menjadi objek dari dinamika global, tetapi juga subjek yang berkontribusi dalam membentuk arah tatanan dunia.

Maka membaca ulang ­Dasasila Bandung di tengah ­rea­litas ­geopolitik hari ini bukanlah sekadar nostalgia ­historis, melainkan kebutuhan strategis. ­Dunia yang semakin terfrag­mentasi mem­butuhkan lebih banyak jembatan daripada tembok, lebih banyak kerja sama daripada konfrontasi. Indonesia, dengan pengalaman historis dan posisi geopolitiknya, memiliki peluang untuk menjadi penghubung di antara kepen­tingan yang saling berseberangan.

Baca juga : Geopolitik Indonesia Menghadapi Guncangan Geopolitik Global

Dalam peran itulah, se­mangat Dasali Bandung menemukan makna barunya—sebagai panduan untuk merawat perdamaian, menjaga keseim­bangan, dan memastikan bahwa ­tatanan global tetap berpijak pada prinsip ­kesetaraan dan penghormatan antarbangsa. Dari sinilah KAA adalah refleksi tentang bagaimana bangsa-bangsa dapat merumuskan jalan ­mereka ­sendiri di tengah tekanan global. Ia mengajarkan bahwa kedaulatan tidak hanya dipertahankan melalui kekuatan, tetapi juga melalui solidaritas dan prinsip.

Dalam dunia yang semakin tidak menentu, nilai-nilai yang lahir dari KAA dan terwujud dalam Dasasila Bandung –tetap menjadi kompas moral yang relevan. Bukan sebagai nos­talgia sejarah, melainkan sebagai pijakan untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan, sekaligus memastikan bahwa tatanan dunia yang lebih adil tetap menjadi tujuan bersama umat manusia. Agar bangsa ­Indonesia memperingati hari bersejarah untuk Indonesia Raya.

Baca juga : Menjaga Kedaulatan Nasional Di Tengah Perang Timur Tengah Gejolak Geopolitik Global

Prof. Dr. Drs. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah Pemerhati ­Geopolitik, dan Geostrategi, serta ­Manajemen Pemerintahan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.