Dark/Light Mode
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Nama lain Ka’bah ialah rumah pembebasan (Bait al-‘Atiq). Disebut demikian karena kehadiran bangunan suci Ka’bah sesungguhnya merupakan simbol pembebasan.
Ketika Adam dan Hawa melanggar peraturan di surga, keduanya diturunkan ke bumi penderitaan dari langit kebahagiaan. Pada saat itulah Allah SWT. menginstruksikan malaikat untuk membuatkan rumah pertobatan atau rumah pembebasan bagi Adam dan Hawa.
Ka’bah adalah makhluk surgawi yang diutus untuk menjemput anak manusia di bumi penderitaan agar kembali menuju surga kebahagiaan.
Ka’bah berfungsi menenangkan kembali hati dan pikiran Adam dan Hawa beserta anak cucunya yang jiwanya bergejolak akibat kekhilafan yang baru mereka lakukan. Ka’bah mengembalikan semangat hidup dan semangat juang Adam dan Hawa.
Diharapkan anak cucunya pun merasakan hal yang sama setelah menunaikan ibadah haji.
Baca juga : Suasana Kebatinan Di Hadapan Ka’bah
Ka’bah atau Bait al-‘Atiq mendekatkan kembali manusia yang telah lama berjauhan dari Tuhannya. Tidak ada penderitaan yang lebih pedih selain ketika seorang hamba berjarak dari Tuhannya.
Itulah sebabnya Allah SWT. menurunkan sebuah ayat dalam rangkaian drama kosmik di dalam Surah al-A‘raf berikut:
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.
Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”
(QS al-A‘raf/7:26)
Jalan penyelamatan setelah tersesat akibat pelanggaran ialah menutupi aurat sebagai simbol dosa dan rasa malu. Penutup aurat yang sekaligus dilengkapi dengan perhiasan dan aksesori ialah pakaian ketakwaan (libas al-taqwa). Pakaian ketakwaan inilah yang mampu menutupi kelemahan dan dosa manusia.
Renungkan kembali ketika kita mandi ihram sebelum menunaikan ibadah haji. Kita menanggalkan seluruh pakaian. Kemudian kita membersihkan diri dengan air melalui mandi sunah ihram. Setelah itu kita mengenakan pakaian khusus yang membalut tubuh kita.
Selembar kain ihram putih tak berjahit sekaligus mengingatkan kita pada kain kafan di liang lahat. Tidak ada satu pun yang menyertai kita selain lembaran kain itu. Tidak ada atribut, tanda pangkat, ataupun jabatan. Tidak ada pula berbagai jenis harta kekayaan yang kita miliki.
Namun, pakaian ketakwaan tidak pernah hancur bersama hancurnya tubuh. Pakaian itulah yang akan menyertai dan sekaligus membela kita sepanjang kehidupan akhirat kelak.
Pelajaran berharga yang kita peroleh dari drama kosmik ini ialah bahwa kita tidak boleh jatuh ke dalam lubang yang sama, sebagaimana pepatah mengingatkan kita. Al-Qur’an juga menegaskan hal yang sama:
“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga; ia menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat mereka.
Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS al-A‘raf/7:27)
Perjalanan ibadah haji bagaikan napak tilas siklus perjalanan kosmik. Kita seolah menjadi pemeran utama di dalam drama kosmik tersebut. Dan yang amat penting, kita merasakan seakan sedang berada dalam perjalanan pulang ke kampung halaman rohani kita di surga, tempat nenek moyang kita, Adam dan Hawa, diciptakan. Tempat para nabi dan para kekasih Tuhan lainnya. Bahkan, kita pun merasa menjadi bagian dari para kekasih Tuhan yang diundang secara khusus ke rumah-Nya, Baitullah, rumah pembebasan (Bait al-‘Atiq).
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Senin, 18 Mei 2026 dengan judul "Memahami Simbol-Simbol Haji (10) Ka’bah Sebagai Rumah Pembebasan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.