Dark/Light Mode

Memahami Simbol-simbol Haji (1)

Pengantar

Selasa, 5 Mei 2026 05:30 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Haji sangat kaya dengan peristiwa simbolik. Siapa pun yang ingin merasakan nikmatnya haji dan umrah sebaiknya memahami simbol-simbol yang terkandung di dalamnya. Haji dapat dipandang sebagai lambang drama kosmik yang menceritakan jatuhnya nenek moyang kita, Adam, dari surga kenikmatan ke bumi penderitaan. Drama ini melibatkan para pemeran utama seperti malaikat, iblis, Adam, Hawa, Ibrahim, Ismail, Hajar, dan Nabi Muhammad saw.

Selama ini, kita sering memahami drama tersebut secara lugu sebagai peristiwa faktual, sebagaimana ditemukan dalam kitab-kitab tafsir sunni mu‘tabarah. Di sana, Iblis digambarkan sebagai aktor paling berpengaruh yang menyebabkan peristiwa kejatuhan itu terjadi. Paling jauh, kita memahami bahwa drama kosmik ini merupakan pelajaran penting bagi anak cucu Adam agar tidak jatuh ke lubang yang sama. Jika ingin kembali ke surga yang pernah dicicipi oleh nenek moyang kita, maka kita harus mengikuti ajaran Islam yang berisi tuntunan, perintah, dan larangan. Al-Qur’an diturunkan ke bumi untuk mengembalikan manusia ke kampung halamannya di surga. Tidak ada artinya kita membumikan Al-Qur’an jika tidak mampu melangitkan manusia.

Abd Razzaq al-Kasyani, dalam kitab al-Ta’wilat-nya, berpendapat bahwa drama kosmik tersebut lebih bermakna metaforis. Para aktor yang terlibat di dalamnya bukan sekadar figur personal, melainkan simbol-simbol metaforis. Kasyani tidak menafikan makna eksoterik, namun ia lebih menekankan makna esoterik dari ayat-ayat yang berkaitan dengan drama kosmik tersebut.

Baca juga : Silaturahim dengan Rasulullah

Kasyani mengonotasikan Adam dengan hati (qalb), Hawa dengan jiwa (nafs), dan Iblis dengan intuisi indrawi (wahm). Adam dikaitkan dengan hati atau kalbu karena ia telah diajarkan nama-nama segala sesuatu (wa ‘allama Adam al-asma’a kullaha). Dengan demikian, Adam mengetahui ciri dan identitas benda-benda, beserta manfaat, risiko, dan bahayanya. Sementara itu, Hawa dikonotasikan sebagai jiwa atau nafsu, sehingga sering muncul dalam ungkapan majemuk “hawa nafsu”.

Secara harfiah, kata “hawa” berasal dari akar kata yang berarti “kecenderungan pada warna gelap”. Karena itu, nafs tidak terpisahkan dari aspek jasmani yang bersifat gelap. Bandingkan dengan kata “Adam” yang secara etimologis berkaitan dengan warna cokelat atau kecenderungan pada warna gelap (udmah). Adapun Iblis dikonotasikan sebagai wahm atau intuisi indrawi, yaitu kesadaran cepat yang sering kali menipu dan menyesatkan.

Intuisi indrawi ini memberi peringatan tentang realitas bahwa sifat-sifat seperti kebencian, kebaikan, atau ketamakan dapat muncul dalam diri manusia maupun hewan—misalnya, serigala harus dihindari, sedangkan anak kecil harus disayangi. Menurut Kasyani, sebagaimana disederhanakan oleh Murata, intuisi indrawi adalah perantara yang berada di antara akal dan persepsi inderawi. Dengan demikian, kesadaran yang dihasilkan oleh “Iblis” bersifat dangkal, semu, dan tidak universal.

Baca juga : Silaturrahim Lintas Primordial

Intuisi indrawi yang tidak dibimbing oleh akal berpotensi menjerumuskan manusia ke dalam kesengsaraan. Oleh karena itu, peran akal sangat penting untuk membimbingnya. Namun, akal pun memerlukan tuntunan yang bersumber dari Yang Maha Pemberi Petunjuk (al-Hadi).

Siklus ibadah haji sesungguhnya merupakan sebuah latihan (exercise) untuk menjadi manusia paripurna (insan kamil). Tidak heran jika Nabi melukiskannya dengan predikat: “bagaikan ia baru lahir dari rahim ibunya” (ka yauma waladat-hu ummuhu), yakni suci dari dosa.

Selamat meraih haji mabrur. Allahu a‘lam.

Baca juga : Silaturrahim Dengan Diri Sendiri

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Selasa, 5 Mei 2026 dengan judul "Memahami Simbol-simbol Haji (1) Pengantar"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.