Dark/Light Mode

Memahami Simbol-Simbol Haji (7)

Thawaf

Senin, 11 Mei 2026 06:20 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Thawaf mungkin merupakan ibadah formal pertama yang dilakukan hamba kepada Allah SWT.

Bermula ketika malaikat mempertanyakan kehendak Tuhan untuk menciptakan makhluk baru yang akan mendiami alam semesta. Malaikat bertanya mengapa Tuhan bermaksud menciptakan manusia yang kelak akan melakukan kerusakan di bumi dan menumpahkan darah. Selanjutnya mereka menunjuk diri mereka sebagai ahli ibadah, sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Baqarah (2:30).

Tuhan terdiam beberapa waktu lamanya. Malaikat kemudian menyesali kelancangannya mempertanyakan kebijakan Tuhan sambil berthawaf mengelilingi ‘Arasy, singgasana Tuhan.

Beberapa waktu kemudian, mereka diperintahkan turun ke Baitul Makmur dan di sana mereka terus melakukan ibadah thawaf. Di tempat itu pula Adam dan Hawa pernah ikut berthawaf bersama para malaikat. Ketika Adam dan Hawa melakukan pelanggaran, mereka diminta turun ke bumi penderitaan, meninggalkan surga kenikmatan.

Baca juga : Hajar Aswad

Di bumi, Adam dan Hawa juga menyesali perbuatannya karena mendekati bahkan memakan buah terlarang, yakni buah khuldi. Keduanya memohon agar dibuatkan rumah pertobatan sebagaimana halnya Baitul Makmur dibangun untuk para malaikat sebagai rumah penyembahan. Tuhan kemudian memerintahkan malaikat untuk membuatkan rumah pertobatan, yaitu Ka’bah yang kita kenal sekarang ini.

Adam dan Hawa mempraktikkan ibadah sebagaimana yang pernah dilakukan di Baitul Makmur bersama para malaikat.

Keduanya terus-menerus melakukan thawaf mengelilingi Ka’bah.

Kemudian anak keturunannya secara turun-temurun mempraktikkan thawaf mengelilingi Ka’bah hingga sekarang ini. Setiap ibadah haji dan umrah disyaratkan melakukan thawaf sebanyak tujuh kali mengelilingi Ka’bah sambil melantunkan kalimat-kalimat talbiyah.

Baca juga : Ka’bah Adalah Makhluk Surga

Ibadah thawaf sesungguhnya juga memiliki makna simbolis yang mendalam. Setiap orang mengelilingi Ka’bah berlawanan arah jarum jam dalam keadaan mengenakan pakaian ihram yang tidak berjahit bagi kaum laki-laki. Hal ini melambangkan betapa Mahaagungnya Tuhan. Ka’bah yang dilambangkan sebagai Baitullah (Rumah Tuhan) menjadi pusat gravitasi spiritual. Di sanalah manusia berdatangan dari berbagai pelosok dunia untuk menyatakan kebesaran Tuhan.

Di depan Ka’bah manusia benar-benar tidak berdaya di hadapan Sang Mahakuasa.

Di sana tidak lagi dibedakan antara kepala negara dan rakyat, antara jenderal dan prajurit, antara tuan dan pembantu rumah tangga, antara guru dan murid, antara anak dan orang tua. Tidak ada lagi lapisan sosial atau kasta yang membedakan satu sama lain. Semua sama-sama berthawaf mengitari Ka’bah, rumah Allah SWT.

Manusia datang dari berbagai penjuru dunia. Beragam etnik, suku, bangsa, warna kulit, tua-muda, laki-laki dan perempuan sama-sama memekikkan kalimat tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir. Sesekali mereka terhenti dan berusaha menyentuh dinding Ka’bah, sementara sebagian lainnya berjuang untuk mencium Hajar Aswad.

Baca juga : Ka’bah

Tidak jarang di antara mereka berdesak-desakan bahkan saling bertindihan, tetapi tidak satu pun di antara mereka yang meluapkan kemarahan. Mereka tampil sebagai saudara.

Di depan Ka’bah mereka meratapi dosa-dosa masa lalu sambil merenungi daftar panjang kesalahan yang pernah dilakukan selama hidupnya. Tidak sedikit air mata penyesalan dan kerinduan mengucur di hadapan Ka’bah.

Tempat itu bagaikan pusat magnet spiritual yang mempunyai daya tarik luar biasa. Tak terhitung jumlahnya orang yang berubah karena tersentuh oleh misteri keajaiban di depan Ka’bah. Banyak di antara mereka bernazar agar dapat kembali mengunjungi Ka’bah dalam waktu yang tidak terlalu lama. Mereka sama sekali tidak menampakkan tanda-tanda kelelahan meskipun telah berkali-kali mengelilingi Ka’bah dan berjalan bolak-balik di jalur Safa dan Marwah untuk melakukan sa’i. Subhanallah.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Senin, 11 Mei 2026 dengan judul "Memahami Simbol-Simbol Haji (7) Thawaf"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.