Dark/Light Mode

Hut Ke 61 Lemhannas RI: Membumikan Falsafah Pancasila Dalam Sistem Pendidikan Dan Kajian Di Lemhannas Ri

Rabu, 20 Mei 2026 06:55 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Lemhannas RI juga menunjukkan bahwa pertahanan ideologi tidak kalah penting dibanding pertahanan militer. Ancaman terhadap negara saat ini tidak selalu datang dalam bentuk agresi fisik, tetapi juga infiltrasi budaya, penyebaran disinformasi, radikalisme, intoleransi, hingga melemahnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Karena itu, melalui Kedeputian Pengkajian Strategik, Lemhannas RI aktif melakukan ber­bagai riset dan analisis terkait ketahanan ideologi Pancasila. Kajian-kajian ­tersebut menjadi instrumen ­penting dalam membantu pemerintah membaca berbagai ancaman strategis, baik dari dalam maupun luar negeri, yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional dan persatuan bangsa.

Di era digital, tantangan ­ideologi bahkan menjadi semakin rumit karena informasi bergerak sangat cepat melampaui batas negara. Media sosial telah menjadi arena pertarungan narasi yang dapat memengaruhi cara pandang masyarakat, ­terutama generasi muda. Dalam situasi seperti ini, Panca­sila harus dihadirkan bukan ­sebagai doktrin kaku, tetapi sebagai nilai yang relevan ­dengan perkembangan zaman. Nilai gotong ­royong, ­toleransi, keadilan ­sosial, dan per­satuan harus ­mampu diterjemahkan dalam konteks ­kekinian, termasuk dalam menghadapi transformasi digital, kecerdasan buatan, ­hingga perubahan geopolitik global. Lemhannas RI memiliki posisi strategis untuk menjembatani antara nilai-nilai kebangsaan dan tantangan modernitas agar Indonesia tetap memiliki arah di tengah perubahan dunia yang cepat.

Baca juga : Strategi Kebijaksanaan Sistem Pendidikan Nasional Berdasarkan Demokrasi Pancasila

Pembumian Pancasila juga tidak dapat hanya dibebankan kepada negara atau institusi ­pendidikan formal. Lemhannas RI memahami bahwa pembentukan karakter bangsa harus di­mulai dari ling­kungan ­keluarga dan masyarakat. ­Keluarga merupakan ruang pertama tempat nilai-nilai moral dan ke­bangsaan ­ditanamkan. Peran ibu, orang tua, dan lingkungan sosial ­menjadi fondasi utama dalam membangun generasi yang memiliki rasa cinta tanah air, ­toleransi, dan semangat ­gotong royong.

Ketika nilai-nilai Pancasila hidup dalam keluarga, maka masyarakat akan memiliki daya tahan sosial yang lebih kuat terhadap berbagai ancaman perpecahan. Dari itu aktuali­sasi Panca­sila harus tercermin dalam praktik kehidupan sehari-hari. Semangat gotong royong, kepedulian sosial, penghormatan terhadap perbedaan, dan rasa keadilan harus menjadi budaya publik. Di sinilah pentingnya berbagai seminar, simposium, dan diskusi panel yang di­selenggarakan Lemhannas RI sebagai ruang dialog kebangsaan.

Baca juga : Membentuk Perwira Gen Z Untuk TNI Tangguh

Maka transformasi Lemhannas RI menuju Indonesia Maju, pada akhirnya, bukan sekadar transformasi kelembagaan, melainkan transformasi cara berpikir kebangsaan. Ketahanan Nasional tidak dapat dibangun hanya dengan kekuatan ekonomi atau teknologi, tetapi juga memerlukan kekuatan ideologi dan karakter bangsa. Negara maju bukan hanya negara yang memiliki infrastruktur megah dan ­pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi juga negara yang masyarakatnya memiliki identitas nasional yang kokoh, etika sosial yang kuat, dan kepemim­pinan yang berorientasi pada ke­pentingan bangsa.

Dalam konteks menuju Indonesia Emas 2045, peran Lemhannas RI menjadi semakin strategis sebagai penjaga arah ideologis bangsa. Indonesia membutuhkan generasi pemimpin yang tidak hanya cerdas secara teknokratis, tetapi juga memiliki kebijaksanaan kebangsaan. Pemimpin yang memahami bahwa pembangunan sejati bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan, melainkan menjaga martabat bangsa, memperkuat persatuan nasional, dan memastikan bahwa kemajuan tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila.

Baca juga : Pancasila Sebagai Tameng Pelindung Bangsa Dalam Menghadapi Konflik Geopolitik Dunia

Prof. Dr. Drs. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah Gubernur ­Lemhannas RI 2000-2005, Pemerhati Geopolitik, dan ­Geostrategi, serta ­Manajemen ­Pemerintahan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.