Dark/Light Mode

Penghargaan Pada HUT Ke-58 PPTI

Sabtu, 23 Mei 2026 08:25 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia atau PPTI berdiri pada 20 Mei 1968. Sejak awal berdiri, organisasi ini berkomitmen membantu pemerintah menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat tuberkulosis melalui edukasi dan penyuluhan, penemuan kasus TB, serta pendam­pingan pengobatan pasien hingga sembuh.

Dalam peringatan HUT ke-58 kali ini, disampaikan tiga fase perjalanan PPTI sejak berdiri. Yakni fase pendirian, fase pembangunan, dan fase pengembangan. Kini, PPTI dipimpin Yani Panigoro dan menjalankan berbagai ­kegiatan, meliputi penyuluhan, pendidikan dan pelatihan, pelayanan medik, sosial, dana dan usaha, serta organisasi dan hukum.

Dalam rangkaian kegiatan HUT ke-58 PPTI tersebut, saya antara lain terlibat seba­gai pembicara dalam webinar ber­sama PPTI Jakarta ­dengan topik “Tuberkulosis dan Masalah­nya” yang ­banyak membahas penerapan di pe­layanan kesehatan primer. Selain itu, saya juga membawakan topik TB dan rokok pada seminar yang diselenggarakan PPTI bersama pembicara dari ­Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT), influencer, serta mantan penyintas TB yang juga mantan perokok.

Sebagai ilustrasi dari negara lain, saya menyampaikan tentang Japan Anti Tuberculosis Association (JATA), semacam “PPTI”-nya Jepang. JATA berdiri pada Mei 1939. Sejak tahun itu, mereka telah me­miliki Research Institute of Tuberculosis (RIT), yakni lembaga pendidikan, pelatihan, dan penelitian.

Baca juga : Ebola dan PHEIC

Kemudian, pada 1947 didirikan sanatorium di samping kompleks RIT yang berkembang menjadi rumah sakit bernama Fukujuji Hospital. Sejak Juni 1963, Research Institute of Tuberculosis mulai menyelenggarakan pelatihan tuberkulosis internasional.

Pada 1987 dan 1990, saya berkesempatan mengikuti pelatihan tersebut dan memperoleh Diploma in Tuberculosis Control and Epidemiology.

Karena berdiri sejak 1939, JATA kini telah berusia 87 tahun, lebih tua dari PPTI. Saya juga berkesempatan meng­hadiri peringatan 50 tahun JATA di Tokyo pada 1989 dan menjadi pembicara dalam simposium ilmiah yang membahas aspek sosial, ekonomi, dan politik masalah TB, hubungan TB dengan penyakit lain se­perti HIV, diabetes melitus (DM), serta kebiasaan merokok. Saya juga menyampaikan situasi tuberkulosis di Indonesia.

Selain itu, saya menyampaikan apresiasi terhadap materi kursus internasional JATA yang sangat komprehensif dan terus berkembang.

Baca juga : Kasus Hantavirus Meninggal Di Ketapang

Selain di Jepang, tentu ter­dapat pula perkumpulan pemberantasan tuberkulosis di berbagai negara lain. Di Filipina misalnya terdapat Philippine Anti-Tuberculosis Society (PATS) yang kini menjadi ­Philippine Tuberculosis Society, Inc. Organisasi ini memiliki Rumah Sakit Quezon Institute di Manila yang saya kunjungi pada 2024, serta delapan klinik lainnya.

Di Singapura terdapat The Singapore Anti-Tuberculosis Association (SATA). Sementara di tingkat global terdapat The International Union Against Tuberculosis and Lung Disease yang berkantor pusat di Paris.

Pada ulang tahun ke-58 PPTI tahun ini, Alhamdulillah saya menerima penghargaan Life Time Achievement Award dari Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) atas dedikasi dan kontribusi dalam penanggulangan tuberkulosis bersama PPTI. Disebutkan bahwa saya bersama PPTI pada periode 1988–2017 dan 2024–2029. Memang terdapat masa jeda karena pada 2015 hingga 2020 saya bertugas di WHO Asia Tenggara di New Delhi, India.

Semoga PPTI semakin jaya pada masa mendatang dan terus memberikan darma baktinya bagi pengendalian tuberkulosis di negara kita.

Baca juga : Konsorsium Ilmu Biomedis

Oleh: Prof. Tjandra Yoga Aditama
- Direktur Pascasarjana Universitas YARSI/Adjunct Professor Griffith University Australia
- Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
- Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit, serta mantan Kepala Balitbangkes.
- Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat
- Penerima Rekor MURI April 2024, penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 dari PERSI
- Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025.
- Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) merayakan ulang tahunnya yang ke-58 dalam sebuah peringatan di kantor pusat PPTI, Jakarta Selatan. Kantor ini juga menjadi lokasi klinik Jakarta Respiratory Center (JRC) yang cukup banyak menangani pasien tuberkulosis dan penyakit paru lainnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.