Dark/Light Mode

Ketika Agama Kehilangan Daya Jihad

Jumat, 26 Juni 2026 06:34 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Pencitraan positif terhadap konsep jihad dalam Islam sangat diperlukan saat ini. Daya jihad sesungguhnya merupakan sesuatu yang luhur dan menjadi bagian penting dalam ajaran Islam.

Namun, dalam beberapa dekade terakhir, istilah jihad kerap ternodai oleh tindakan sekelompok kecil umat yang menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan berbagai persoalan keumatan. Sejak maraknya terorisme dan aksi bom bunuh diri yang mengatasnamakan agama, istilah jihad mulai memperoleh konotasi negatif, setidaknya dalam sebagian pandangan masyarakat Barat.

Baca juga : Ketika Agama Hanya Di Sektor Hilir

Islam yang kehilangan daya jihad akan kehilangan rohnya. Semangat jihad inilah yang dahulu mendorong dunia Islam mencapai kejayaannya, terutama pada masa keemasan peradaban Islam. Perluasan pengaruh Islam (futuhat) hingga ke Afrika, anak benua India, Eropa, dan Asia Tenggara merupakan bagian dari kekuatan daya jihad tersebut.

Perluasan itu tidak dapat disamakan dengan ekspansi kolonial, karena penerimaan terhadap Islam pada banyak wilayah berlangsung bukan melalui paksaan, melainkan melalui pilihan dan kesadaran masyarakat setempat. Hal itu terjadi berkat keberhasilan dakwah yang dijalankan para penyebarnya, yang menampilkan Islam sebagai ajaran dengan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur dan mengesankan.

Baca juga : Ketika Agama Berwajah Maskulin

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Jumat, 26 Juni 2026 dengan judul "Ketika Agama Kehilangan Daya Jihad"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.