Dark/Light Mode
- Pertunjukan 1.500 Drone hingga Immersive Show Meriahkan HUT ke-81 RI
- Penumpang Whoosh Naik 15 Persen, Capai 23 Ribu Per Hari Saat Libur Panjang
- Calon Hakim Agung Soroti Reformasi Pengadilan Pajak Di Era Ekonomi Digital
- Man United Keok dari AC Milan di Laga Pramusim 2026/27
- Gempa M5,9 Guncang Teluk Tomini Sulawesi Tengah, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Tausiah Politik
Sebelumnya
Ini artinya, anak-anak mereka masih kecil-kecil dan ibunya menjadi janda dalam usia muda. Tentu keadaan seperti ini akan memberikan dampak sosial yang lebih rumit dan lebih luas karena populasi anak-anak yatim di bawah umur dan janda muda semakin banyak.
Penyebab perceraian juga bervariasi, mulai dari masalah prinsip yang tidak bisa ditoleransi sampai kepada hal-hal ringan yang sesungguhnya tidak masuk akal. Misalnya, perceraian karena faktor politik, hanya karena perbedaan pilihan dalam pemilukada, tiba-tiba harus membubarkan rumah tangga. Kalau hal itu terjadi dalam jumlah puluhan, mungkin masih dianggap wajar. Namun, kalau sudah terjadi pada lebih dari 400 pasangan setiap tahun, hal itu sulit dimengerti.
Faktor penyebab perceraian juga dipicu oleh media, terutama media infotainment yang menjangkau masyarakat hingga pelosok pedesaan. Seolah-olah perceraian bukan lagi sesuatu yang dianggap aib seperti pada masa lampau. Sebaliknya, ada kecenderungan perceraian dipandang sebagai sesuatu yang membanggakan.
Kantor Pengadilan Agama membuat kolom penyebab perceraian, antara lain karena ketidakcocokan, poligami, perselingkuhan, perbedaan jarak usia, pendidikan, kelas sosial dan stratifikasi sosial, cacat tubuh, salah seorang di antaranya terpidana, faktor ekonomi, campur tangan orang tua, murtad atau perbedaan agama dan kepercayaan, penyakit tertentu, dan hal yang sebelumnya tidak terbayangkan, yaitu perbedaan politik.
Baca juga : Jessica Mila , Jawab Tudingan Terobos Pulau Padar
Misalnya, dalam pemilukada, suami memilih si A dan istri memilih si B. Ujung-ujungnya, rumah tangga mereka berakhir dengan perceraian.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Jumat, 13 Agustus 2026 dengan judul "Trend Masa Depan Umat (19) Mencermati Lonjakan Perceraian"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.