Dark/Light Mode

Cuaca Buruk Bukan Faktor Tunggal

Usut Tuntas Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 Di Laut Jawa

Senin, 14 September 2026 15:12 WIB
Tulus Abadi
Tulus Abadi
Pengamat Perlindungan Konsumen dan Kebijakan Publik

RM.id  Rakyat Merdeka - Belum reda air mata akibat kecelakaan kapal feri yang terbakar dan tenggelam beberapa minggu lalu, kini air mata pengguna kapal feri/kapal penyeberangan kembali membanjir dengan tenggelamnya kapal feri Virgo Transport 8 di Laut Jawa, jurusan Surabaya-Banjarmasin. Hingga kini diberitakan, lebih dari 100 penumpang masih hilang dan belum ditemukan. Faktor cuaca buruk diduga menjadi penyebab tenggelamnya kapal feri tersebut.

Namun, faktor cuaca seharusnya bisa dimitigasi, baik sebelum perjalanan, selama perjalanan, maupun saat mendekati akhir perjalanan. Sehingga, patut diduga kuat bahwa cuaca bukanlah faktor tunggal penyebab tenggelamnya kapal tersebut, tetapi hanya menjadi salah satu pemicu.

Beberapa isu krusial yang harus disorot dalam kecelakaan tersebut adalah:

Baca juga : Menhub: 114 Korban Kapal Virgo Transport 8 Ditemukan, 108 Selamat 6 Meninggal

Pertama, status laik layar kapal tersebut dipertanyakan. Kapal sudah tua, yakni berusia 38 tahun, dan menurut keterangan hanya digunakan di laut yang tenang.

Kedua, kapal tersebut tidak dilengkapi alat pendukung yang memadai. Sebab, saat kapal sudah miring karena dihantam ombak besar, patut diduga tidak ada alarm yang berfungsi untuk membangunkan penumpang yang sedang tidur.

Ketiga, kapal tersebut juga patut diduga tidak dilengkapi radar cuaca yang berfungsi dengan baik, sehingga tidak bisa menghindari cuaca buruk yang akan terjadi di depannya dan menghindari potensi hantaman ombak besar.

Baca juga : Musibah Di Laut Kembali Terjadi

Keempat, patut diduga kapal tersebut mengalami kelebihan muatan (overload), baik jumlah penumpang riil yang tidak sesuai dengan manifest maupun muatan barang, terutama dugaan adanya truk ODOL. Sehingga, ketika dihantam ombak besar, kapal menjadi miring dan oleng.

Kelima, patut diduga kapal tidak dilengkapi dengan life jacket, pelampung, dan sekoci yang cukup dan memadai.

Oleh sebab itu, tenggelamnya kapal Virgo Transport 8 harus diusut tuntas oleh KNKT dan aparat penegak hukum, dari sektor hulu hingga hilir. Bukan hanya kru kapal yang harus diusut, tetapi juga perusahaan kapal tersebut, termasuk petugas syahbandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Baca juga : Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08

Hak atas keamanan dan keselamatan penumpang kapal serta keselamatan pelayaran secara umum tidak boleh dipertaruhkan. Ini adalah preseden buruk, bahkan sejarah kelam di sektor pelayaran.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.