Dark/Light Mode

Etika Politik Nabi Muhammad SAW (21)

Bahaya Ketidakadilan Pemimpin (1)

Rabu, 21 Oktober 2020 06:09 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - DALAM salah satu hadis populer riwayat Imam Bukhari dijelaskan melalui Riwayat Abi Hurairah, Nabi bersabda: tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di hari kiamat dimana tidak ada naungan pada hari itu kecuali naunganNya:

1) Pemimpin yang adil.

2)  Seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah.

Baca juga : Transparansi Pemimpin (2)

3) Seorang lelaki yang mengingat Allah dalam kesunyian sambil menetes air matanya.

4) Seorang lelaki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid.

5) Dua orang lelaki yang bersahabat karena Allah.

Baca juga : Transparansi Pemimpin (1)

 6) Seorang lelaki yang diajak berbuat zina oleh seorang perempuan yang cantik dan berpangkat, lalu ia mengatakan: aku takut kepada Allah.

 7) Dan seorang lelaki yang bersedekah lalu ia merahasiakan sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang dilakukan oleh tangan kanannya. (HR Bukhari, Sahih Bukhari, Jilid 2, halaman 517. & HR Muslim, Sahih Muslim, Jilid 3, halaman 93).

Hadis ini menyebutkan betapa mulianya pemimpin yang adil. Sebaliknya, dalam beberapa hadis berikut Nabi menunjukkan betapa buruknya pemimpin yang tidak adil serta bahayanya di dalam masyarakat.

Baca juga : Kerendahan Hati Pemimpin (2)

Di antaranya ialah, hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah Ibnu Mas’ud, Nabi SAW bersabda: Segala sesuatu memiliki cacat atau penyakit yang merusaknya. Dan sesungguhnya cacat agama ini adalah pemimpin yang jahat. (HR Alauddin Ali bin Hisam, Kanzul Ummal. Jilid 6. halaman 23).

Dalam suatu riwayat dikatakan, Nabi menyampaikan kepada Abu Hurairah, bahwa adil sejenak (sejam) jauh lebih baik daripada ibadah 60 tahun dengan ibadah (shalat) di malam hari, dan berpuasa di siang hari. Wahai Abu Hurairah: curang sejenak (sejam) lebih keji di sisi Allah daripada bermaksiat selama 60 tahun.

Dalam riwayat lain: Adil sehari jauh lebih mulia daripada beribadah selama 60 tahun. (HR Ahmad bin Abi Bakar bin Ismail al-Busairi, Ithaf al-Khiyarati al-Maharati. Menurut Al-Asbahani hadis ini Sanadnya lemah (Dha’if). ***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.