Dark/Light Mode
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Etika Politik Nabi Muhammad SAW (50)
Penerapan Sanksi Sosial (4)
Tausiah Politik
Sebelumnya
Dalam Islam, rasa malu sesuatu yang sangat berharga. Bahkan dikatakan di dalam hadis: Al-haya’ minal iman (rasa malu bagian dari iman). Orang yang tidak memiliki rasa malu sama dengan tidak memiliki iman. Orang yang tidak memilki rasa malu pada hakekatnya seperti mayat yang berjalan.
Baca juga : Penerapan Sanksi Sosial (3)
Karena itu pemupukan rasa malu sebagai bagian dari budaya masyarakat perlu dipertahankan agar sanksi sosial memiliki makna. Sebab jika rasa malu di dalam masyarakat mengalami krisis, maka kekuatan sanksi sosial akan semakin terasa ringan oleh yang bersangkutan.
Baca juga : Penerapan Sanksi Sosial (2)
Jika seseorang menjalani sanksi sosial sesungguhnya juga sedang menjalani sanksi agama, karena penayangan perbuatan memalukan bagian dari musibah. Jika yang bersangkutan mengambil pelajaran, maka musibah itu berfungsi juga sebagai pencuci dosa masa lampau, kara Rasulullah SAW. **
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.