Dark/Light Mode

Etika Politik Nabi Muhammad SAW (52)

Mencegah Permufakatan Jahat

Kamis, 14 Januari 2021 05:23 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Lalu Nabi mengatakan: Ya Allah, saksikanlah, orang yang menyaksikan menyampaikan kepada orang yang tidak hadir. Karena boleh jadi yang menyampaikan kepada yang disampaikan lebih paham terhadap hal ini.

Baca juga : Merintis Toleransi (2)

Lalu Nabi mengatakan: Jangan sekali-kali kalian kembali menjadi kafir lalu saling pukul-memukul (bunuh membunuh) satu sama lain. (HR Baihaqi, Al-Sunan al-Kubra, Jilid 8, hal.19).

Baca juga : Merintis Toleransi (1)

Dari Riwayat ini menyiratkan, betapa pentingnya kekompakan antara sesama umat Islam, dan betapa tercelanya permufakatan jahat antara sesama umat Islam, yang dianalogikannya sebagai orang kafir yang saling membunuh satu sama lain.

Baca juga : Mengapresiasi Pluralitas (2)

Ia menegaskan bahwa: “Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, kehormatan kalian, jiwa dan raga kalian, semuanya haram seperti haramnya hari ini, di bulan ini.” Tidak boleh melakukan pembunuhan, termasuk pembunuhan karakter dengan cara menyampaikan aib saudaranya sendiri.**

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.