Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Etika Politik Nabi Muhammad SAW (55)
Fenomena Deterritorialisasi Dunia Islam (4)
Jumat, 22 Januari 2021 05:01 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Di sinilah kerumitannya, karena di satu sisi secara emosional dan spiritual warga muslim masih tetap terikat dengan negeri asal, tetapi secara hukum ketatanegaraan setempat mengharuskan mereka untuk sepenuhnya loyal kepada negara barunya.
Baca juga : Fenomena Deterritorialisasi Dunia Islam (3)
Kenyataan umat Islam di negera “kedua” ini membayar pajaknya kepada negara di mana mereka berdomisili, tetapi zakat harta, waqaf, infaq, dan shadaqah, bahkan terkadang hewan qurban dan aqiqah serta dam, masih disalurkan ke negeri asal leluhurnya. Tidak sedikit dana yang diperoleh di negeri baru dialirkan ke negeri asalnya karena, mereka yakin lebih afdhal memberikan waqaf dan zakat harta ke negeri asalnya ketimbang di negeri barunya.
Baca juga : Fenomena Deterritorialisasi Dunia Islam (2)
Belum lagi keterikatan emosional dengan keluarga leluhurnya, misalnya masih sempat membangunkan rumah orang tuanya yang masih hidup di negeri asal, merehab sekolah dan masjid yang pernah menempahnya, dll. Mereka dikembalikan ke negeri asalnya, bahkan sebagian di antara mereka masih menyerahkan binatang kurban dan kambing ‘aqiqah ke negerinya. Sebagian juga menginvestasikan keuntungannya di negeri sendiri karena mungkin masih ada harapan untuk menjalani masa pensiun atau mau mati di negeri asal mereka.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya