Dark/Light Mode
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Tausiah Politik
Sebelumnya
Ego spiritual ini pernah ditanggapi sinis oleh Nabi. Dalam suatu riwayat dikisahkan ada seorang alim dan ahli ibadah yang semata-mata mencurahkan waktu dan pikirannya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia banyak mengasingkan diri dari keramaian demi untuk menghindari kemungkinan terjadinya kontaminasi dosa dari orang-orang awam.
Baca juga : Meredam Egoisme Spiritual (1)
Suatu ketika seorang pelacur mencari ulama untuk curhat dan sekaligus meminta nasehat bagaimana meninggalkan dunia hitam yang selama ini degelutinya. Ia juga akan menanyakan masih adakah harapan Tuhan memaafkan dan menerima tobatnya setelah malang melintang hidupnya di tengah lumpur dosa.
Baca juga : Merintis Toleransi (2)
Mendengarkan keinginan itu, maka sang ahli ibadah itu menolak harapan perempuan nakal itu dengan mengatakan, aku tidak mau menodai diriku dengan berkomunikasi orang kotor seperti itu. Mendengarkan cerita itu maka Nabi mengatakan sang ahli ibadah itu penghuni neraka dan perempuan yang karena ketulusannya ingin bertaubat adalah penghuni syurga.(*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.