Dark/Light Mode

Perbedaan Sebagai Sunnatullah (2)

Kamis, 14 Oktober 2021 06:35 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam masyarakat ini tidak ada civil society karena promosi karier kepemimpinan hanya bergulir di lingkungan orang dalam para raja/penguasa laki-laki.

Berita Terkait : Perbedaan Sebagai Sunnatullah (3)

Masyarakat lain dan perempuan tidak mungkin mengakses kepemimpinan dunia publik, sehebat apapun prestasi orang itu. Islam datang merombak sistem masyarakat qabilah m,enjadi masyarakat ummah, yang mengacu kepada konsep keadilan (’adalah), toleransi (tasamuh), permasaan (musawa), dan profesionalisme (ihtiraf).

Berita Terkait : Perbedaan Sebagai Sunnatullah (1)

Siapapun yang memiliki syarat itu, jenis kelamin apapun, etnik apapun, suku dari manapun, dan dari golongan manapun berhak mengakses berbagai prestasi yang layak untuknya, sebagaimana diisyaratkan dalam Q.S. Al- Hujurat/49:13.

Berita Terkait : Belajar Dari Strategi Kemenangan Nabi (2)

Dalam upaya mewujudkan dan sekaligus memperkenalkan konsep khairah ummah di dalam pluralitas masyarakat, Nabi berpegang teguh kepada prinsip-prinsip dasar Al-Qur’an dan membawanya dikenang sebagai tokoh universal kemanusiaan dari segala zaman.
 Selanjutnya