Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam masyarakat ini tidak ada civil society karena promosi karier kepemimpinan hanya bergulir di lingkungan orang dalam para raja/penguasa laki-laki.
Baca juga : Perbedaan Sebagai Sunnatullah (1)
Masyarakat lain dan perempuan tidak mungkin mengakses kepemimpinan dunia publik, sehebat apapun prestasi orang itu. Islam datang merombak sistem masyarakat qabilah m,enjadi masyarakat ummah, yang mengacu kepada konsep keadilan (’adalah), toleransi (tasamuh), permasaan (musawa), dan profesionalisme (ihtiraf).
Baca juga : Belajar Dari Strategi Kemenangan Nabi (2)
Siapapun yang memiliki syarat itu, jenis kelamin apapun, etnik apapun, suku dari manapun, dan dari golongan manapun berhak mengakses berbagai prestasi yang layak untuknya, sebagaimana diisyaratkan dalam Q.S. Al- Hujurat/49:13.
Baca juga : Belajar Dari Strategi Kemenangan Nabi (1)
Dalam upaya mewujudkan dan sekaligus memperkenalkan konsep khairah ummah di dalam pluralitas masyarakat, Nabi berpegang teguh kepada prinsip-prinsip dasar Al-Qur’an dan membawanya dikenang sebagai tokoh universal kemanusiaan dari segala zaman.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.