Dark/Light Mode
- Program B50 Dinilai Perkuat Swasembada Energi dan Tekan Impor BBM
- S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Investor Tetap Kuat
- Igor Tolic Ungkap Alasan Pilih Gabriel Mutombo Jadi Benteng Baru Persib
- Resmi, Lilipaly Berseragam Semen Padang FC
- Piala AFF 2026, Marc Klok Bidik Prestasi Bersama Timnas Indonesia
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Segala sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik. Dalam soal muamalah pun juga dianggap negatif, dengan konotasi perbuatan melampaui batas (al-israf).
Rasulullah pernah bersabda: “Sebaik-baik urusan ialah yang dilakukan dengan biasa-bisa atau sedang-sedang saja, sekali pun sedikit”.
Baca juga : Apa Itu Guluw? (1)
Apalagi perbuatan yang memperatasnamakan Islam dengan cara-cara kekerasan, seperti pengeboman dan penyanderaan (tasyaddud), samasekali tidak ada tempatnya di dalam agama.
Beragama secara berlebih-lebihan tidak sejalan dengan tujuan ibadah itu sendiri, yaitu untuk mewujudkan ketenangan, ketentraman, kedamaian, dan kebahagiaan. Itulah sebabnya para ulama menetapkan kaedah bahwa: Al- Ashlu fi al-‘ibadah al-haram illa ma dalla ‘ala jawazih (Pada dasarnya semua ibadah itu haram, kecuali yang ada dalil khusus yang membenarkannya).
Baca juga : Belajar Dari Surat-Menyurat Nabi (2)
Semoga dialog Nabi dengan para sahabatnya dalam berbagai kasus bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita bangsa Indonesia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.