Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Meskipun era pandemi Covid-19 sudah mulai mereda, masyarakat masih tetap perlu diingatkan agar tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dalam masa krisis, biasanya bahasa agama sangat efektif dan efisien untuk digunakan, karena bahasa agama bisa menembus sampai ke lapisan paling dalam benak warga bangsa yang dikenal sebagai bangsa yang religius.
Baca juga : Meneguhkan Budaya Di Balik Bahasa (2)
Komunitas pesantren perlu berterima kasih kepada semua pihak termasuk kepada pemerintah atas kegigihannya memperjuangkan eksistensi pendidikan Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan tradisional yang sangat mengakar di hati masyarakat bangsa Indonesia.
Baca juga : Meneguhkan Budaya Di Balik Bahasa (1)
Dalam era krisis Covid-19, pemerintah menaikkan anggaran Pondok Pesantren (PP), sementara di sektor lain diturunkan. Ironisnya, nyaris tidak muncul protes di dalam masyarakat. Tahun lalu, pemerintah bersama DPR menetapkan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren. Mengapa sedemikian penting PP? Ada apa dan ada siapa sebetulnya di PP?
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.