Dark/Light Mode
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Tausiah Politik
Sebelumnya
Pembumiannya harus dimaknai dalam bentuk pendekatan teomorfis, yang memandang manusia sebagai makhluk biologis pada satu sisi, dan di sisi lain sebagai makhluk spiritual. Bukan dalam bentuk antroposentris yang membiologi mutlakkan manusia atau teosentris yang samasekali menafikan aspek kemuliaan manusia.
Baca juga : Energi Sinergi (3)
Para pakar berusaha menjembatani adanya jarak antara teks ajaran dan konteks kehidupan masyarakat. Dalam konteks masyarakat modern memang semakin dikesankan adanya jarak antara teks dan konteks kehidupan. Ada jarak yang menggelisahkan antara agama dan pemeluknya, jika tidak diselesaikan akan menimbulkan kepribadian ganda.
Baca juga : Energi Sinergi (2)
Dalam urusan agama terkesan terlalu dogmatis, normatif, deduktif, kuantitatif, konservatif, tradisional, dan berorientasi masa lampau; sementara dalam kehidupan nyata sedemikian fragmatis, rasional bahkan liberal, induktif, kuantitatif, modern, canggih, berorientasi masa depan. [Bersambung]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.