Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Pembumiannya harus dimaknai dalam bentuk pendekatan teomorfis, yang memandang manusia sebagai makhluk biologis pada satu sisi, dan di sisi lain sebagai makhluk spiritual. Bukan dalam bentuk antroposentris yang membiologi mutlakkan manusia atau teosentris yang samasekali menafikan aspek kemuliaan manusia.
Baca juga : Energi Sinergi (3)
Para pakar berusaha menjembatani adanya jarak antara teks ajaran dan konteks kehidupan masyarakat. Dalam konteks masyarakat modern memang semakin dikesankan adanya jarak antara teks dan konteks kehidupan. Ada jarak yang menggelisahkan antara agama dan pemeluknya, jika tidak diselesaikan akan menimbulkan kepribadian ganda.
Baca juga : Energi Sinergi (2)
Dalam urusan agama terkesan terlalu dogmatis, normatif, deduktif, kuantitatif, konservatif, tradisional, dan berorientasi masa lampau; sementara dalam kehidupan nyata sedemikian fragmatis, rasional bahkan liberal, induktif, kuantitatif, modern, canggih, berorientasi masa depan. [Bersambung]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.