Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gandeng The Body Shop Indonesia, GIDKP Gelar Envirochallenge Bagi Siswa SMA
Minggu, 13 Februari 2022 18:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) didukung The Body Shop Indonesia akan menggelar 'Envirochallenge' bagi siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat se-Indonesia.
Gelaran akan berlangsung pada 14 Februari-4 Maret 2022. Tantangan tersebut diharapkan memberi edukasi kepada para siswa SMA yang akan tumbuh sebagai orang muda tentang isu lingkungan. Mereka diajak untuk mengubah gaya hidup dengan melakukan diet kantong plastik.
"Target dari Envirochallenge adalah menuju sekolah bebas dari kantong plastik. Diet kantong plastik ini akan kita tanamkan sebagai gaya hidup baru di kalangan siswa," kata Program Manager GIDKP, Adithiyasanti Sofia dalam peluncuran Envirochallenge secara daring, dikutip Minggu (13/2)).
Baca juga : Gandeng ACT, BP Jamsostek Cilandak Gelar Sharing For Caring
Perempuan yang akrab dipanggil Adhiti itu menjelaskan, GIDKP digagas pada 2013 lalu. Gerakan tersebut semakin luas berkat dukungan The Body Shop Indonesia yang memiliki kepedulian yang sama soal lingkungan.
"Inisiatif itu akhirnya berdampak luas, hingga keluar peraturan pembatasan plastik sekali pakai pada 2016. Tercatat ada 70 kabupaten/kota yang menerapkan peraturan tersebut. Peraturan tersebut juga mengurangi penggunaan plastik di masyarakat hingga 55 persen," tuturnya.
Melihat keberhasilan itu, lanjut Adhiti, pihaknya mencoba menggandeng siswa SMA sebagai calon penerus bangsa, terlibat dalam gerakan diet kantong plastik. Pada 2019, GIDKP bersama The Body Shop Indonesia membuat workshop tentang modul envirochallenge untuk siswa dari sekolah di Jawa dan Bali.
Baca juga : Gandeng Jerman, Bappenas Gencar Promosikan Green Jobs
"Kami paparkan kepada para siswa di 10 sekolah yang terpilih di Jawa dan Bali, seputar isu lingkungan yang akan dihadapi dunia, termasuk Indonesia di masa depan. Pemaparan itu akan membuka wawasan siswa soal isu-isu lingkungan,"ungkap Adhiti.
Setelah itu, siswa diajak memetakan isu lingkungan di sekolah dan bagaimana membuat program efektif untuk solusinya. Setiap sekolah memiliki isu lingkungan yang berbeda sesuai kejadian yang banyak terjadi sekolah tersebut.
Adhiti menyebut, SMAN 4 Tangerang, yang menggagas pembuatan pembalut wanita dari kain. Hal itu dilakukan untuk mengurangi kasus WC mampet di sekolah akibat tersumbat sampah pembalut. Pembalut buatan pabrik, juga memiliki unsur plastik dalam produknya.
Baca juga : Songsong Indonesia Emas, Generasi Penerus Perlu Benteng Nilai Kebangsaan
"Lewat kegiatan ini, siswa jadi tergerak untuk ikut mengurangi sampah plastik. Mencari alternatif sebagai solusi. Jika budaya ini menyebar ke seluruh sekolah di Indonesia, maka dampaknya akan ke negara Indonesia. Penggunaan plastik sekali pakai juga akan semakin berkurang," ucapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya