Dewan Pers

Dark/Light Mode

Lukisan Berkelas Muncul Di Pameran Dipo Fest 2022 SMA Diponegoro 1 Jakarta

Senin, 20 Juni 2022 17:44 WIB
Dipo Fest 2022 SMA Diponegoro 1 Jakarta menghadirkan lukisan berkelas karya siswanya, Sherwyn Angie. Acara berlangsung selama 20-23 Juni di sekolah yang berada di Rawamangun, Jakarta Timur.  (Foto: Istimewa)
Dipo Fest 2022 SMA Diponegoro 1 Jakarta menghadirkan lukisan berkelas karya siswanya, Sherwyn Angie. Acara berlangsung selama 20-23 Juni di sekolah yang berada di Rawamangun, Jakarta Timur.  (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - SMA Diponegoro 1 Jakarta menggelar pameran seni dan festival bertajuk ‘Dipo Fest 2022’. Puluhan karya terbaik siswa dan siswi sekolah ini, ditampilkan secara umum untuk publik. Acara ini, berlangsung selama 20-23 Juni di sekolah yang berada di bilangan Rawamangun, Jakarta Timur.

Salah satu siswi berbakat yang menampilkan karya lukisnya adalah Sherwyn Angie. Meskipun baru Kelas 1 SMA, putri sulung dari Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Buruh, Indri Yuli Hartati ini menampilkan lima karya lukisan terbaiknya.

"Aku terinspirasi dengan pelukis Belanda Van Gogh, dan Affandi dari Indonesia," ujar Sherwyn, ketika menceritakan karyanya kepada RM.id, Senin (20/6).

Berita Terkait : Kongres KNPI Ditonton Banyak Warga

Sherwyn menjelaskan tiga di antara karya andalannya. Yaitu Lawang Sewu, Venice, dan Mercusuar. Lukisannya, begitu presisi menggambarkan situasi baik di Lawang Sewu maupun Venice. M

enurutnya, inspirasi melukis di dapatnya secara otodidak ketika mengunjungi tempat indah. "Aku memang senang melihat bangunan bersejarah, tiba-tiba saja ingin melukis. Aku itu otodidak loh," ceritanya.

Gadis kelahiran Jakarta 1 Juni 2006 ini mengamini jalannya masih sangat panjang. Meskipun belum terfikir menjadi pelukis profesional sebagai pilihan hidup, hobinya ini akan terus didalami dan akan melukis lebih banyak lagi keindahan di dunia.

Berita Terkait : Bagikan Beras Dari Mbak Puan Di Medan, Yasonna: PDIP Selalu Hadir Di Tengah Rakyat

Pun, gadis berhijab ini merasa bersyukur memiliki ibunda yang support atas hobi melukisnya ini. Sang Ibu, tidak segan mendorong anaknya untuk berkarya, mulai dari menyiapkan alat lukis, hingga mendampingi sang anak untuk mencari inspirasi.

"Selain orangtua, ada Bu Gemah dan Pak Wacil di sekolah yang terus memotivasi aku," pungkasnya.

Panitia acara, Esti, menceritakan pameran ini bertujuan untuk mengasah siswa dalam pemetaan dan refleksi terhadap potensi diri dan lingkungan. Sehingga, hadir karya yang dekat dengan individu dan lingkungan secara kontekstual.

Berita Terkait : DKI Gandeng Swasta Bangun Ulang Kios Lenggang Jakarta

"Pembacaan karya terhadap presentasi yang digagas melalui objek visual, sangat menarik untuk melihat fenomena hari ini berupa zaman, konsumsi pengetahuan dan karakter," ujar Esti.

Esti juga mengatakan, kegiatan ini tidak mengajarkan peserta didik untuk menjadi seniman. Namun, menjabarkan bagaimana pola seni bekerja untuk bisa mempertajam kepekaan peserta didik, guru, dan ekosistem sekolah terhadap lingkungannya. ■