Dewan Pers

Dark/Light Mode

Waspadai Kejahatan Siber, Ini Tips Lindungi Data Pribadi

Senin, 1 Agustus 2022 22:24 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Banyak orang menganggap remeh data pribadi saat bermedia sosial. Padahal, jika disebar, data pribadi berpotensi akan dimanfaatkan untuk aktivitas kejahatan yang berujung petaka bagi pemiliknya.

Direktur Pascasarjana Institut Bisnis dan Keuangan Nitro Rosnaini Daga mengatakan, perubahan gaya hidup akibat pengaruh internet yang menawarkan kemudahan dan kepraktisan, membuat masyarakat semakin percaya dan nyaman untuk beraktivitas.

Termasuk, dalam melakukan transaksi keuangan. Hal tersebut mendorong banyak orang abai tentang keamanan data pribadi di internet.

"Hapus riwayat penelusuran di gawai kita adalah salah satu cara mengamankan data pribadi digital," ujarnya dalam webinar bertema Jaga Privasimu di Ruang Digital yang diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan, dikutip Senin (1/8).

Berita Terkait : Pertagas-Chandra Asri Kembangkan Bisnis Energi Hijau Dan Petrokimia

Selain itu, aktif mengelola akun, termasuk upaya melindungi email utama dengan mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah. Cara itu cukup efektif melindungi data pribadi dari pencurian data.

"Yang tak kalah penting adalah jangan mudah mengumbar informasi yang bersifat pribadi di media sosial,” ingat Rosnaini.

Dosen Keamanan Siber Universitas Bina Darma Ferdiansyah membagikan cara melindungi data pribadi di dunia digital. Antra lain, mengidentifikasi aset digital.

Seperti aplikasi pesan instan e-mail; lokapasar (marketplace), media sosial, serta aplikasi lainnya, misalnya traveloka. Usai diidentifikasi, langkah kedua adalah mengaktifkan fitur keamanan dua langkah dan membuat kata kunci yang kuat.

Berita Terkait : Klaim Serangan Alien, Pria Ini Terobos Markas Militer

“Tips lain adalah selalu waspada terhadap tautan yang tak dikenal dan mencurigakan agar sebaiknya jangan di-klik. Jangan merespon komunikasi lewat pesan instan atau telepon yang meminta informasi pribadi kita,” tuturnya.

 

Analyst Kalla Group Dwi Suprayogi menuturkan, sepanjang 2021 tercatat ada 1,6 miliar ancaman siber di Indonesia. Angka tersebut setara dengan 5-6 ancaman terhadap setiap penduduk Indonesia.

Tingginya ancaman tersebut lantaran minimnya kecakapan digital di Indonesia yang umumnya tak peduli data pribadi mereka tersebar di media sosial.

“Kenapa perlunya kesadaran betapa pentingnya data pribadi? Sebab, apabila data pribadi kita tersebar di internet atau media sosial, maka kita rentan terhadap kejahatan siber. Apa saja kejahatan siber itu? Misalnya, perundungan siber (cyber bullying), penipuan, maupun penyalahgunaan data pribadi yang sensitif untuk tujuan jahat. Itu harus dihindari,” kata Dwi.

Berita Terkait : Studi Pemanfaatan Jargas, Bupati Sleman Kunjungi PGN Surabaya

Webinar ini diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi. ■