Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sustainable Fashion Jadi Peluang Bisnis Jangka Panjang

Senin, 19 September 2022 13:44 WIB
Produk ramah lingkungan dari Pijakbumi finalis Diplomat Success Challenge 2021. (Foto: Ist)
Produk ramah lingkungan dari Pijakbumi finalis Diplomat Success Challenge 2021. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam 5 tahun terakhir penyelenggaraan Diplomat Success Challenge (DSC), fashion selalu menempati posisi 3 teratas dari kategori bisnis yang diikuti oleh peserta.

“Tahun 2021 sekitar 19,5 persen bisnis fashion dari 18.233 ide bisnis yang disubmit. Banyak di antaranya merupakan bisnis fashion dengan model yang berkelanjutan. Di DSC 2022, kami mengharapkan semakin banyak pelaku bisnis fashion yang lestari, yang tidak hanya mementingkan profit tapi juga memperhatikan aspek-aspek ekonomi sirkular dalam bisnisnya,” ungkap Program Initiator Diplomat Success Challenge (DSC) Edric Chandra dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/9)

Seperti diketahui sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi sebesar 7,38 persen terhadap total perekonomian nasional, di mana salah satu di dalamnya bergeliat sub-sektor fashion yang menyumbang sekitar 18 persen.

Berita Terkait : Ketua MPR Tinjau Kesiapan Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2022

Data dari Badan Ekononomi Kreatif di awal tahun 2022 tersebut menunjukkan bahwa industri fashion menjadi industri yang tetap bertumbuh di tengah arus teknologi saat ini. Perkembangan teknologi pun berperan besar terhadap pergerakan tren fashion, khususnya di Tanah Air.

Sementara menurut survei global di tahun 2018, sebanyak 66 persen milenial bersedia membeli pakaian lebih banyak untuk merek yang berkelanjutan dan sebanyak 69 persen memperhatikan klaim branding eco-friendly dan sustainable saat membeli pakaian.

“Produk sustainable fashion yang inovatif juga menghadirkan banyak pilihan untuk konsumen, terutama bagi konsumen berkebutuhan khusus. Produk fashion akan semakin adaptif sesuai kebutuhan konsumen yang kian beragam, ini jadi tanda bagi pelaku bisnis fashion lebih jeli membaca pasar dan terus berinovasi mengembangkan produknya,” tegasnya lagi.

Berita Terkait : Ekspor Jadi Peluang Menjanjikan Untuk Anak Muda

Produk sustainable fashion saat ini juga diarahkan kepada produk lokal dengan ketahanan dan kualitas yang baik, serta diproduksi dalam jumlah yang terbatas sehingga diharapkan memiliki jejak karbon lebih kecil daripada produk buatan luar negeri.

Pasalnya di balik potensi industri ini, isu soal limbah fashion, proses pembuatan produk, bahkan isu eksploitasi pekerja. Seakan hadir sebagai salah satu solusi, sustainable fashion atau fashion berkelanjutan pun kini mendapat tempat istimewa di hati konsumen.

“Ada dua bisnis sustainable fashion yang pernah berkiprah dalam DSC antara lain Batik Al-Warits dari DSC 2015, dan Pijakbumi dari DSC 2021. Bisnis batik dan alas kaki itu menggunakan material ramah lingkungan,” ungkap Edric.