Dewan Pers

Dark/Light Mode

Nih, Tips Buat Pemula Yang Mau Brand-nya Terkenal

Kamis, 10 November 2022 13:32 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Bagi pemula yang baru saja menjalankan bisnis perlu fokus dan keahlian jika ingin brand-nya dikenal banyak orang. Ingat, membangun sebuah brand atau merek tidak bisa dilakukan secara instan.

Beberapa cara yang bisa dimanfaatkan adalah jasa influencer, pemanfaatan berbagai platform digital cukup ampuh untuk mendongkrak brand di depan audiens.

Namun, ada cara lain yang perlu diperhatikan. Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta Riski Damastuti mengatakan, perlu ada lima elemen penting untuk membangun brand di era digital. Yang pertama sekali adalah mengenai riset.

"Riset dibutuhkan untuk mengetahui kebutuhan pasar, kompetitor, dan target audiens," ujarnya dalam webinar bertema Membangun Merek di Dunia Digital di Balikpapan, Kalimantan Timur, dikutip Rabu (9/11).

Berita Terkait : AP I Raih 3 Penghargaan di Ajang BUMN Branding dan Marketing Award 2022

Kedua, lanjut Riski, adalah merancang elemen brand dan dilanjutkan dengan memilih platform digital yang sesuai sebagai elemen ketiga.

Elemen keempat adalah membuat konten yang relevan yang disesuaikan dengan tujuan branding. Adapun elemen terakhir adalah rutin melakukan evaluasi.

“Terkait konten yang relevan, ingat prinsip jangan membuat hoaks. Patut diingat pula bahwa membangun sebuah brand bukanlah proses yang instan. Dibutuhkan proses panjang dan ketekunan lewat kecakapan digital,” ucap Riski.

Relawan TIK Jawa Barat Satria Andika Al Rasyid menambahkan, agar brand dikenal konsumen, harus ditentukan terlebih dahulu pesona brand tersebut.

Berita Terkait : Ini Tips Bangun Personal Branding Di Medsos

Beberapa pesona yang dapat ditonjolkan adalah keramahan, kehangatan, dan keterjangkauan. Selain itu, sebuah brand harus unik dan mudah sekali diingat. Sebuah brand juga harus konsisten dari segi penyampaian pesan atau konten ke audiens.

"Namun, ada hal yang tidak boleh dilakukan dalam membangun sebuah brand, yaitu tidak membangun website dan tidak melakukan evaluasi. Fungsi evaluasi adalah mendapat hasil analisis dan laporan untuk mengetahui seberapa efektif strategi pemasaran yang sudah dijalankan," ucap Satria.

Pengajar Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur Rocky Prasetyo Jati menuturkan, untuk mengenalkan sebuah brand ke masyarakat bisa juga dilakukan dengan memanfaatkan jasa influencer.

Namun, tentu saja upaya pengenalan brand sudah dilakukan sebelumnya lewat beragam platform media sosial yang ada. Selain itu, dibutuhkan biaya tersendiri untuk menggunakan jasa influencer tersebut.

Berita Terkait : Cek Di Sini, 49 Sirup Obat PT Afi Farma, Yang Dicabut Izin Edarnya

“Tren branding saat ini adalah membuat konten video sendiri, menyusun storytelling, menyesuaikan konten dengan segmen audiens, dan membangun interaksi yang intensif dengan audiens,” ucap Rocky.
 Selanjutnya