Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pengguna media sosial di Tanah Air diperkirakan mencapai 191,4 juta orang. Ketua Relawan TIK Kota Bandung Roi Setiawan menilai, tingginya pengguna media sosial (medsos) di Tanah Air menjadi sarana efektif membangun personal branding di ruang digital.
Maka dibutuhkan trik dan strategi menciptakan konten positif yang mendukung upaya membentuk personal branding tersebut.
"Perlu riset dan perencanaan menjadi kunci," ujarnya dalam webinar bertema Manfaatkan Fitur Instagram Reels & TikTok untuk Membangun Personal Branding di Makassar, Sulawesi Selatan dikutip Rabu (9/11).
Berbagai platform media sosial dengan sederet fiturnya, menurut Roi Setiawan, yang dibutuhkan adalah bagaimana membuat konten yang positif yang mendukung terbentuknya personal branding yang sesuai.
Baca juga : Kenali, 4 Gangguan Mental Terbanyak Pada Pria
Secara umum, konten di media sosial terbagi menjadi konten promosi, edukasi, inspirasi, hiburan, dan informasi. Agar konten yang dibuat menarik dan unik, maka perlu dilakukan riset konten, menemukan tujuan pembuatan konten, mereset kata kunci, membuat judul konten yang unik dan menarik, serta mengemas konten sebaik mungkin.
“Jangan lupa, buatkan perencanaan konten secara konsisten, apakah harian, mingguan, atau bulanan. Selain itu, kemampuan untuk mereset, membuat ilustrasi, editing, dan distribusi juga harus senantiasa ditingkatkan,” tuturnya.
Relawan TIK Kabupaten Cirebon Abdul Rosyid mengatakan, personal branding, diartikan sebagai sebuah proses untuk membentuk, membuat persepsi, dan memelihara persepsi di mata masyarakat demi mencapai sebuah citra yang positif.
Untuk membangun personal branding, kata dia, terlebih dahulu yang harus dilakukan adalah mengenali diri sendiri. Menciptakan personal branding harus didasari dengan kejujuran dan sesuai dengan yang sudah dikuasai.
Baca juga : Mitra Tokopedia, Mudahkan Pedagang Tradisional Hingga Kelontong
“Membangun personal branding lewat media sosial bisa dilakukan dengan memanfaatkan sejumlah fitur yang ada karena warganet akan terlebih dahulu melihat profil kita di media sosial sebelum mengenal lebih jauh,” katanya.
Oleh karena itu, lanjut Rosyid, ada beberapa etika yang harus dijunjung tinggi dalam membangun personal branding di media sosial.
Etika tersebut adalah selalu cek sebelum memposting; tidak membuat konten hoaks; menggunakan kata yang baik dan benar; serta menghargai privasi orang lain. Dari segi konten, sebaiknya membuat konten yang sesuai dengan kekinian atau tren yang terjadi, serta mem-posting di waktu yang tepat.
Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Bone Nur Aisyah Rusnali menambahkan, media sosial adalah medium ampuh untuk menciptakan personal branding yang positif.
Baca juga : Indeks Literasi Dan Inklusi Keuangan Masyarakat Meningkat Di 2022
Pasalnya, pengguna media sosial aktif di Indonesia mencapai 191,4 juta orang per Februari 2022 lalu atau naik dari 170 juta orang pada 2021.
Selain itu, informasi yang disampaikan lewat media sosial bisa dilakukan dengan cepat, ringkas, padat, dan sederhana. Jangkauannya pun luas dan bisa mengglobal.
“Ada sejumlah fitur menarik di media sosial untuk mendukung terbentuknya personal branding yang positif. Di Instagram, misalnya, ada fitur avatar, durasi reels yang diperpanjang, menambahkan musik di feed, pin foto atau video. Sementara di TikTok, ada fitur filter dan musik, efek video dan stiker, serta auto caption,” ucapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya