Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tahun Ajaran 2023-2024, GIS 2 Serpong Mulai Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar
Selasa, 18 Juli 2023 13:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Global Islamic School (GIS) 2 Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) mulai memasuki tahun ajaran baru 2023-2024 hari ini, Selasa (18/7).
Pada tahun ajaran baru ini, sekolah berbasis agama Islam itu mulai menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar.
Direktur GIS 2 Serpong, Tangsel, Ida Halya Balfas mengatakan, mulai tahun ajaran baru ini sekolah sudah mulai menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar.
Namun dia bilang, kurikulum itu tidak asing lagi karena memang sudah diterapkan sejak lama, khususnya mengenai pendidikan karakter.
"Jadi kemasannya saja yang baru, tapi isinya sudah sudah diajarkan sejak lama di sini," ujar Ida di Global Islamic School (GIS) 2 Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (18/7).
Menurut Ida, pendidikan karakter itu penting karena mendidik siswa itu tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga bisa bekerja bersama dengan orang lain.
Sebetulnya, kata Ida, Kurikulum Merdeka tidak berbeda jauh dengan kurikulum di GIS.
Bahkan, ungkap dia, salah satu pakar yang membuat Kurikulum Merdeka mengaku banyak mengadopsi metode pembelajaran di GIS ke dalam kurikulum baru itu.
"Pakar itu dulunya memang pernah mengajar di GIS," sebut dia.
Dia menyebut, beberapa kurikulum yang diadopsi dalam Kurikulum Merdeka, antara lain project learning, collaborative learning hingga problem solving.
Baca juga : Sekda Kota Tangerang: 100 Persen Sekolah Sudah Implementasikan Kurikulum Merdeka
"Beberapa pengajar di GIS juga ada yang terlibat menjadi Guru Penggerak yang menjadi cikal bakal Kurikulum Merdeka," ungkapnya.
Selain itu, Ida menerangkan sejak awal prinsip pembelajaran di GIS juga sudah menekankan optimalisasi potensi dan fitrah peserta didik untuk memujudkan islam yang rahmatan lil alamin atau rahmat bagi alam semesta.
Dengan itu, sejak awal penerimaan, kata Ida, sekolah ini tidak mengkhususkan hanya menerima siswa dengan intelektual tinggi.
Namun juga, menerima berbagai macam latar belakang siswa, bahkan dengan tingkat kecerdasan di bawah rata-rata sekalipun.
Sebab, kepintaran siswa tidak selalu berbanding lurus dengan keberhasilan mereka di masa depan.
"Di sini mereka dikembangkan sesuai minat dan bakatnya secara holistik," tutur Ida.
Sistem pembelajaran di sini, terang Ida, tidak melulu guru yang memberikan pelajaran, tapi siswa diajak belajar secara mandiri untuk mengembangkan literasi mereka.
Sehingga, mereka menjadi siswa yang percaya diri dan mampu menyelesaikan masalah dengan baik.
Hasilnya, kata dia, siswa yang saat awal masuk sekolah mempunyai kecerdasan di bawah rata-rata, melompat menjadi siswa yang mandiri dan mampu menggali seluruh potensi diri secara maksimal saat akhir sekolah.
"Lebih 45 persen siswa di sini bisa masuk ke perguruan tinggi negeri favorit bahkan di terima di kampus di luar negeri," terangnya.
Baca juga : Sesuai Visi Kota Samarinda, Wawali Senang Sekolah Terapkan Kurikulum Merdeka
Sebetulnya, terang Ida, sejak awal GIS sudah mendaklarasikan diri sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).
Kemudian berubah menjadi nasional plus dengan mengikuti kurikulum Pemerintah. Tapi itu belum cukup.
Sekolah ini juga punya empat pilar keunggulan yaitu Pilar Akademik, Pilar Keislaman, Pilar Kepemimpinan dan Pilar Keglobalan.
Lebih lanjut Ida menuturkan pertumbuhan GIS 2 Serpong sangat positif setiap tahunnya.
Pada tahun ajaran baru ini, sekolah menerima sebanyak 1.800 siswa. Mereka terbagi di berbagai kelompok tingkatan, mulai Play Group, Taman Kanak-Kanak, SD, SMP hingga SMA.
Sementara, Wakil Direktur Bidang Akademik GIS 2 Serpong, Ayi Rusmadi menambahkan, Kurikulum Merdeka di GIS akan diterapkan di jenjang Play Group, TK, kelas IV, VII dan X.
"Kurikulum Merdeka sebetulnya tidak jauh beda dengan Kurikulum active learning yang sudah lama diterapkan di GIS," ujar Ayi dalam keterangannya, kemarin.
Dalam Kurikulum Merdeka, kata Ayi siswa diajarkan untuk mengerjakan project dan juga presentasi.
Bedanya, kata dia, sudah tidak ada lagi penjurusan IPA dan IPS di tingkat SMA.
"Juga pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) diganti menjadi Pendidikan Pancasila," terangnya.
Baca juga : Kurikulum Merdeka Bikin Belajar Jadi Menyenangkan
Untuk menerapkan Kurikulum Merdeka, Ayi menuturkan pihaknya sudah menyiapkan segala sesuatunya termasuk guru dan juga infrastruktur selama satu tahun.
Sekolah, kata Ayi, juga mengundang beberapa pihak dari Kemendikbudristek, Dinas Pendidikan Provinsi Banten dan juga para pakar untuk menjelaskan secara detail tentang Kurikulum Merdeka kepada para guru.
"Jadi tahun ajaran baru ini insyaallah kami sudah siap dengan Kurikulum Merdeka," tutur Ayi.
Para siswa, lanjut Ayi, juga tidak akan kaget dengan penerapan kurikulum baru ini.
Sebab, pendekatan, model dan metodenya memang mirip dengan kurikulum yang sudah diajarkan selama ini.
Sebetulnya, kata Ayi Kurikulum Merdeka sudah berjalan selama dua tahun, dan tahun ini memasuki tahun ketiga.
Pemerintah, kata dia, akan mewajibkan Kurikulum Merdeka di seluruh sekolah pada tahun 2024.
"Tapi GIS sudah siap satu tahun sebelumnya," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya