Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Eksibisi Flowertime 2023 Brussels, Desainer Indonesia Pamerkan Seni Lipatan Tradisional Janur
Sabtu, 12 Agustus 2023 19:54 WIB
Sebelumnya
Di Jawa, janur dikaitkan dengan harapan hingga seringkali rangkaian janur digunakan dalam prosesi pernikahan.
Riana menambahkan, berbagai bentuk lipatan janur mengandung makna, arti dan fungsi yang berbeda-beda. Bahkan, pemilihan warna janur juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan.
Contohnya, janur kuning dianggap sebagai warna yang mencerminkan kemakmuran. Selain itu, keunikan janur ini memiliki tekstur luwes yang cocok dibuat dalam berbagai bentuk.
Kendati demikian, proses membuat lipatan janur bukan hal mudah dan memerlukan waktu yang tidak sedikit.
Baca juga : Trial Game Dirt 2023, Para Crosser Hadapi Kerasnya Tantangan Lintasan di Magelang
"Teknik lipatan janur, dapat menghasilkan beragam bentuk sesuai dengan apa yang diinginkan. Ada 20 bentuk lipatan dari 84 ragam jenis seni lipatan dengan lidi sebagai struktur menjadi komposisi penyusun figur Burung Cendrawasih," tuturnya.
Riana menjelaskan setiap bentuk lipatan itu memiliki nama, arti dan makna masing-masing. Misalnya, Candranaya (bulan sabit), Nayaka (wulandari), Pedang Segara (pedang samudera), Wajik (berlian), Blekete, Walang dan lain-lain.
Lebih lanjut Riana mengatakan, kreasi figur burung Cendrawasih ini dibentuk dengan tiga teknik lipatan tradisional, yaitu teknik penyederhanaan, teknik pengembangan dan teknik kombinasi.
Dengan tiga teknik itu, ujar dia, menghasilkan karya yang semakin memperkuat simbol sosok Cendrawasih. Lebih lanjut dikatakannya, arti Cendrawasih, diambil dari dua kata yaitu “cendra” yang berarti dewa-dewi bulan dan “wasih” yang berarti wakil atau utusan, burung Utusan Dewa-Dewi Bulan.
Baca juga : Gabungan Seniman Indonesia Berikan Panggung Kepada Musisi Jalanan
Burung yang berhabitat asli di Pulau Papua dan Kepulauan Maluku ini, biasa dijuluki Burung dari Surga karena keindahannya.
"Makanya, figur burung ini menjadi pilihan sebagai mahakarya dari tim Indonesia," ungkapnya.
Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, serta Kedutaan Besar Indonesia di Belgia.
Duta Besar Indonesia untuk Belgia, Andri Hadi, menerima langsung para desainer yang tergabung dalam Tim Sukri (Sumbang Kawruh Indonesia), serta hadir dalam pembukaan acara.
Baca juga : QNET Tanam Bakau di Indonesia dan Bersihkan Sungai Nil di Mesir
"Kami sangat mendukung dan berterima kasih, Tim Sukri hadir di Brussel menyemarakan Flowertime untuk mengenalkan Indonesia lewat seni melipat janur. Kalian adalah diplomat-diplomat informal yang membawa nama Indonesia," ucap Dubes Andri.
Ia mengapreasiasi, Tim Sukri yang membuat Mahakarya Lipatan Janur Burung Cendrawasih sebagai representasi Papua.
"Teman-teman di Papua pasti senang lipatan janur Cendrawasih bisa ditampilkan di Brussel," katanya.
Dubes Andri melihat, antusis tinggi ditunjukkan masyarakat Eropa yang berkunjung ke eksibisi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya