Dark/Light Mode

Waspada, Terlalu Lama Tatap Layar Ponsel Bisa Bikin Mata Kering

Selasa, 30 Juli 2024 19:54 WIB
Dokter Mata Kering dan Lensa Kontak, JEC Eye Hospitals and Clinics, Dr. Niluh Archi saat JEC Eye Talks di Jakarta, Selasa (30/7/2024). (Foto: Istimewa)
Dokter Mata Kering dan Lensa Kontak, JEC Eye Hospitals and Clinics, Dr. Niluh Archi saat JEC Eye Talks di Jakarta, Selasa (30/7/2024). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menunjukkan sebanyak 36,99 persen anak-anak Indonesia berusia 5-15 tahun sudah memiliki ponsel.

Bahkan, 38,92 persen anak berusia 0-6 tahun di Indonesia telah menggunakan telepon seluler.

Padahal penggunaan perangkat elektronik berlayar secara kontinu dengan durasi lama berisiko buruk pada kesehatan. Salah satu yang umum adalah mata kering.

Mata kering yang tidak segera ditangani bisa menimbulkan peradangan sehingga mengakibatkan kerusakan permukaan mata, yang bersifat ringan hingga berat, temporer atau permanen. Anak-anak pun tak luput dari ancaman mata kering ini.

Dokter Mata Kering dan Lensa Kontak, JEC Eye Hospitals and Clinics, Dr. Niluh Archi S. R., SpM mengatakan, screen time yang berlebih dapat memengaruhi dinamika berkedip anak, seperti berkurangnya frekuensi dan kelengkapan berkedip.

Baca juga : Dominan Cerah, Waspada Cuaca Tangerang Hari Ini Senin (29/7) Bikin Panas Membara

Kondisi ini dapat meningkatkan kekeringan permukaan mata yang seiring waktu berpotensi memulai siklus dry eye.

“Proses anamnesis pada pasien anak lebih sulit ketimbang pasien dewasa. Anak seringkali belum bisa mendeskripsikan keluhan yang dirasakan secara verbal. Ini yang menjadi tantangan,” kata Niluh saat JEC Eye Talks dengan tema: “Waspada Mata Kering pada Anak!”, Selasa (30/7/2024).

Kegiatan ini wujud kepedulian JEC kepada anak-anak, sekaligus memperingati Hari Anak Nasional.

Niluh menyebut, gejala yang dirasakan penderita dry eye umumnya dimulai dengan mata yang tidak nyaman. Seperti mengganjal, sering merah, berair, terasa kering, sensasi berpasir, muncul kotoran, terasa lengket, serta kerap mengucek mata.

“Orangtua harus tanggap dan kritis jika mendapati anak mulai menunjukkan gejala-gejala mata kering. Termasuk segera memeriksakan ke dokter mata," ujar Niluh.

Baca juga : Muhammadiyah Terima Tawaran Garap Tambang, Ini Kata Presiden

Lebih dari itu, orangtua harus tegas memberlakukan batasan screen time kepada anak. Dengan disiplin menjalankan screen time yang bijak, harapannya anak bisa terhindar dari risiko mata kering.

Catatan JEC, di dua cabangnya, RS Mata JEC @Kedoya dan JEC @Menteng, selama 2022 terjadi lonjakan pasien dry eye sebesar 62 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara jumlah, dalam kurun empat tahun terakhir, 2019-2022, JEC telah menangani lebih dari empat ribu pasien gangguan mata kering.

“Dampak lanjutan mata kering yang belum tertangani tak jarang berupa pandangan kabur, yang membuat anak kesulitan membaca. Mengantisipasi itu, pemeriksaan mata secara dini dan berkala menjadi solusi untuk mencegah dampak mata kering pada anak,” jelas Niluh.

Sementara itu, Kepala Divisi Marketing & Komunikasi JEC Mubadiyah, S.Psi, MM menuturkan, melalui Bulan Peringatan Mata Kering, sekaligus dalam rangka Hari Anak Nasional, JEC berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kelainan mata kering yang semakin banyak ditemui pada anak-anak.

Baca juga : Jangan Sembarangan Berikan Data Pribadi

Mengingat penggunaan gadget elektronik yang tak bisa dihindari dan berlangsung terus menerus.

Kehadiran JEC Dry Eye Service juga menjadi penguatan komitmen JEC Eye Hospitals & Clinics untuk terus berkontribusi mengoptimalkan penglihatan," ujar Mubadiyah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.