Dark/Light Mode

Infertilitas Bukan Karena Air Galon, Tapi Gaya Hidup dan PCOS

Rabu, 3 Desember 2025 08:09 WIB
Ilustrasi seseorang mengambil air dari galon guna ulang. (Gambar dibuat dengan ChatGPT)
Ilustrasi seseorang mengambil air dari galon guna ulang. (Gambar dibuat dengan ChatGPT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah maraknya mitos soal penyebab infertilitas, salah satu yang sering beredar adalah anggapan bahwa meminum air dari galon guna ulang menjadi biang keladi gangguan kesuburan. Faktanya, para dokter menegaskan, air tersebut bukan penyebab infertilitas.

Para pakar dan praktisi medis menilai ada faktor yang jauh lebih kuat, lebih nyata, dan sering terjadi tanpa disadari para perempuan. Faktor pemicu infertilitas paling berpengaruh justru gaya hidup tidak sehat yang memicu gangguan reproduksi yang tidak terlihat, seperti polycystic ovary syndrome (PCOS), polip, dan miom.

“Memang yang saat ini paling berhubungan dengan gangguan gaya hidup adalah infertilitas yang disebabkan oleh gangguan ovulasi,” kata Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Gita Pratama.

Baca juga : RI Resmi Ajukan Proposal Atur Royalti Digital Di Sidang WIPO

Gaya hidup pasif dan pola makan tinggi gula bisa memicu obesitas serta gangguan hormonal seperti PCOS yang membuat ovulasi tidak teratur. Selain itu, polip dan miom yang sering tak terdeteksi dapat mengacaukan menstruasi dan mengganggu proses kehamilan.

Gangguan seperti polip, miom, dan ketidakteraturan ovulasi bisa membuat haid mundur berminggu-minggu atau bahkan muncul dua kali dalam sebulan. Kondisi ini menegaskan bahwa infertilitas bukan disebabkan hal sepele seperti air galon guna ulang, melainkan faktor kompleks yang memerlukan evaluasi medis.

Karena itu, perempuan yang mengalami gangguan menstruasi, perdarahan tidak biasa, atau kesulitan hamil lebih dari satu tahun dianjurkan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh. Edukasi publik juga penting agar mitos-mitos seputar infertilitas tidak mengaburkan fakta medis yang sebenarnya.

Baca juga : PLN Icon Plus Salurkan Bantuan Banjir Bandang di Sumatera Utara dan Aceh

Kesimpulannya, penyebab infertilitas jauh lebih serius daripada sekadar rumor soal air kemasan. Mulai dari gaya hidup pasif, obesitas, PCOS yang samar, hingga polip dan miom tersembunyi—semua merupakan faktor nyata dan terbukti secara ilmiah. Deteksi dini, perubahan gaya hidup, dan pemeriksaan medis yang tepat jauh lebih efektif ketimbang mempercayai mitos tanpa dasar.

Anggota Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Abraham Dian Winarto, menegaskan air dalam air minum dalam kemasan (AMDK) dipastikan bukan penyebab infertilitas atau kemandulan serta gangguan kesehatan lainnya. Menurutnya, korelasi antara air dalam galon polikarbonat (PC) dan kemandulan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan itu menyebut, berdasarkan penelitian ilmiah terkini, tidak ada bukti kuat yang mendukung klaim bahwa galon air minum dalam kemasan secara langsung menyebabkan gangguan infertilitas. Sebagian besar galon yang beredar telah melalui proses pengujian dan standar keamanan ketat.

Baca juga : Maaf Yamal, Ini Malamnya Estevao

“Sampai sejauh ini yang dibilang kasus mandul karena air kemasan galon, selama saya praktik 15 tahun ini sih nggak ada,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.