Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Merebaknya virus corona alias Covid-19 membuat orang makin peduli untuk cuci tangan. Alhasil, di beberapa apotek dan toko obat masker dan hand sanitizer atau cairan pembersih kosong di toko obat maupun apotik. Kalaupun tersedia, harganya naik berkali-kali lipat.
Bagaimana jika hand sanitizer langka? Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC Amerika Serikat menyebutkan, mencuci tangan dengan sabun dan air adalah cara terbaik untuk menghilangkan kuman hingga melunturkan virus.
Apabila sabun dan air tidak tersedia, Anda dapat menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol yang mengandung alkohol minimal 60 persen agar efektif membunuh kuman, bakteri, maupun virus.
Direktur CDC Robert Redfield menyarankan masyarakat secara aktif mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik. Lama waktunya sama dengan menyanyikan lagu Happy Birthday dua kali.
"Jika mereka ingin menggunakan cairan hand sanitizer, itu pilihan lain," kata Redfield.
Baca juga : Bendung PHK, Airlangga Andalkan Kartu Pra Kerja
"Tapi saya tidak ingin orang berpikir bahwa cara itu (cuci tangan pakai air dan sabun) tidak lebih efektif karena sudah direkomendasikan selama beberapa dekade."
Mencuci tangan pakai sabun memang sudah lama digalakkan. Tapi masih banyak yang menganggap sepele. Menyusul merebaknya virus corona, kampanye cuci tangan makin gencar ditemui baik di media massa maupun media sosial. Bahkan di toilet-toilet umum, terdapat poster petunjuk mencuci tangan dengan benar.
Barangkali ini bisa dianggap secuil dampak positif di antara dampak negatif virus corona. Sebelum ramai Covid-19, cuci tangan hanyalah kegiatan sebelum dan sesudah makan tanpa sendok.
Banyak formula untuk membuat hand sanitizer. Tapi harus diingat, alkohol yang digunakan minimal 60 persen. Kita dapat menemuka cairan ini di apotek maupun toko obat.
Namun menggunakan alkohol saja akan membuat kering kulit. Dan kulit yang rusak dapat menjadi tempat bagi mikroba untuk tumbuh dan berkembang. Solusinya menurut Aline Holmes, a clinical associate professor at the Rutgers School of Nursing in New Jersey, AS, bisa menambahkan aloe vera atau lidah buaya.
Baca juga : Presiden dan Menkes Saja Masih Tersenyum
"Sanitizer rumahan biasanya mencakup 2/3 alkohol dan 1/3 gel lidah buaya untuk melindungi kulit dan menjaga tangan agar tidak kering," kata Holmes.
Di Afrika, katanya orang kadang-kadang menggosok tangan mereka dengan pasir karena pasir secara mekanis menghilangkan organisme.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menetapkan cairan pencuci tangan berbasis alkohol sebagai standar utama (gold standard) untuk menjaga kesehatan, khususnya kebersihan tangan.
Seperti dilansir situs who.int, berikut ini cara membuat cairan pencuci tangan berbasis alkohol yang bisa kita siapkan sendiri. Formula I
Untuk 1.000 ml cairan, komposisinya terdiri atas: a. 833,3 ml ethanol dengan konsentrasi 96 persen b. 41,7 ml hidrogen peroksida (H2O2) dengan kadar 3 persen c. 14,5 ml gliserol dengan konsentrasi 98 persen d. 110,5 ml air distilasi atau air matang yang sudah didinginkan. Aduk keempat bahan di dalam wadah hingga tercampur rata
Baca juga : KPK Panggil Istri dan Anak Nurhadi
Formula II
Untuk 1.000 ml cairan, komposisinya terdiri atas: a. 751,5 ml isopropil alkohol (dengan kemurnian 99,8 persen) b. 41,7 ml hidrogen peroksida dengan kadar 3 persen c. 14,5 ml gliserol dengan konsentrasi 98 persen d. 192,3 ml air distilasi atau air matang yang sudah didinginkan. Aduk rata keempat bahan di dalam wadah hingga tercampur rata WHO menyarankan agar di dalam botol atau wadah cairan pencuci tangan tersebut dicantumkan tanggal produksi, komposisi bahan, dan peringatan bahwa cairan tersebut hanya digunakan untuk bagian luar tubuh.
Hindari kontak cairan dengan mata dan jauhkan dari anak-anak. Jauhkan dari panas atau api karena cairan berbasis alkohol ini mudah terbakar. Formulasi hand sanitizer dari WHO ini sudah diproduksi di beberapa negara, antara lain Mesir, Kenya, Mali, Mongolia, Pakistan, dan Bangladesh. [MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya