Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Teknologi Pemantauan Real Time Bantu Kelola Arus Mudik Lebaran
Kamis, 12 Maret 2026 19:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Lonjakan mobilitas masyarakat selama mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai lebih dari 143 juta orang.
Untuk menghadapi skala pergerakan yang sangat besar ini, teknologi pemantauan real time dan analitik cerdas dinilai semakin penting dalam membantu otoritas mengelola lalu lintas, serta merespons insiden secara cepat.
Axis Communications, perusahaan global di bidang teknologi video jaringan, menyoroti bahwa sistem pemantauan berbasis data kini menjadi alat penting dalam menjaga kelancaran mobilitas selama periode perjalanan puncak seperti musim mudik.
Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan sekitar 143,91 juta orang atau 50,6 persen dari total populasi Indonesia akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran tahun ini.
Mobil pribadi diperkirakan menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan dengan sekitar 76,24 juta pemudik, disusul sepeda motor sebanyak 24,08 juta orang, serta bus yang mengangkut sekitar 23,34 juta penumpang.
Besarnya volume perjalanan tersebut membuat pemantauan kondisi jalan, pusat transportasi, serta sistem transportasi publik menjadi sangat krusial untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali.
Baca juga : Jalan Solo–Sragen KM 13–15 Bebas Banjir Saat Mudik Lebaran 2026
Country Manager Axis Communications Indonesia Johny Dermawan mengatakan teknologi pemantauan kini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai alat pengawasan, tetapi juga mampu menghasilkan data yang membantu otoritas memahami pola lalu lintas dan mendeteksi potensi gangguan sejak dini.
Menurutnya, sistem modern dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif untuk mendukung pengambilan keputusan operasional selama periode lalu lintas padat.
Laporan ThoughtLab berjudul From Future Vision to Urban Reality, yang didukung oleh Axis Communications, juga menyoroti pentingnya data real time dalam pengelolaan mobilitas perkotaan.
Data dari sistem pemantauan dapat membantu pemangku kebijakan mengoperasikan berbagai layanan transportasi secara lebih efektif, mulai dari manajemen lalu lintas, sistem parkir, transportasi publik, hingga platform mobilitas digital.
Ketersediaan data real time juga memungkinkan berbagai kebijakan transportasi diuji melalui program percontohan sebelum diterapkan secara luas.
Pendekatan ini memberikan kesempatan bagi operator untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan dan menyempurnakan sistem berdasarkan data operasional yang akurat.
Baca juga : Pemanfaatan Tol Fungsional Jawa Tengah dan DIY Jelang Lebaran 2026
Key Account Manager End Customer Axis Communications Vicky Gitasiswaya menjelaskan bahwa sistem pemantauan modern yang dilengkapi analitik cerdas dapat mendukung berbagai fungsi operasional di sektor transportasi.
Salah satu penerapannya adalah pada manajemen sinyal lalu lintas cerdas. Sistem pemantauan dapat mengumpulkan data mengenai panjang antrean kendaraan di titik kemacetan, yang kemudian dianalisis untuk mengoptimalkan waktu lampu lalu lintas sehingga dapat mengurangi kepadatan kendaraan.
Selain itu, teknologi kamera dengan analitik cerdas juga mampu mendeteksi insiden secara cepat, seperti kendaraan yang berhenti di jalur aktif atau melakukan manuver tidak normal.
“Analitik yang tertanam dalam kamera jaringan dapat secara otomatis mendeteksi situasi jalan yang tidak normal dan mengirimkan peringatan kepada operator. Hal ini memungkinkan otoritas merespons lebih cepat dan meminimalkan dampak insiden terhadap arus lalu lintas,” ujar Vicky.
Teknologi pemantauan juga semakin banyak diterapkan di dalam kendaraan transportasi seperti bus dan kereta. Sistem kamera memungkinkan operator memantau kondisi di dalam kendaraan secara real time, bahkan saat kendaraan sedang bergerak.
Ketika terintegrasi dengan jaringan pemantauan yang lebih luas, sistem tersebut dapat memberikan gambaran situasional yang lebih lengkap dan membantu koordinasi respons secara lebih cepat saat terjadi insiden.
Baca juga : PLN Cek Kesiapan SPKLU Jalur Surabaya–Bali Jelang Mudik Lebaran 2026
Integrasi berbagai sumber data pemantauan juga membuka peluang pengembangan pusat pemantauan terintegrasi seperti Real-Time Crime Centers (RTCC).
Dengan menggabungkan data dari kamera, radar, perangkat audio, dan analitik cerdas, operator dapat memperoleh gambaran operasional yang lebih jelas serta meningkatkan efektivitas koordinasi respons.
Johny Dermawan menambahkan bahwa meningkatnya adopsi sistem pemantauan berbasis data menjadi semakin penting dalam mendukung pengelolaan mobilitas berskala besar.
Menurutnya, melalui teknologi pemantauan dan analitik berbasis jaringan, para pemangku kepentingan di sektor transportasi dapat meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional, serta kualitas layanan.
"Pendekatan berbasis data seperti ini sangat penting untuk menjaga kelancaran mobilitas selama periode perjalanan puncak seperti musim mudik Lebaran,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya