Dewan Pers

Dark/Light Mode

Begini Cara Jaga Aki Mobil Tetap Tokcer Selama PPKM

Sabtu, 24 Juli 2021 13:33 WIB
Ilustrasi pengecekan aki. (Foto: ist)
Ilustrasi pengecekan aki. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membuat mobilitas masyarakat berkurang. Mobil pun ikutan terparkir lama di garasi.

Di saat seperti ini, salah satu komponen mobil yang wajib diawasi kondisinya adalah baterai atau aki. Aki merupakan komponen yang penting bagi mobil sebagai penyedia arus listrik, menstabilkan tegangan kendaraan, dan mem-backup alternator.

Agar persediaan setrum aki selalu dalam kondisi penuh disarankan untuk memanaskan atau menghidupkan mesin seminggu sekali minimal 15 menit. Jika tidak dilakukan aki akan tekor dan mati. 

Berikut beberapa hal yang harus dilakukan untuk merawat aki dari Auto2000:

1. Matikan Sistem Kelistrikan

Sebelum meninggalkan mobil di garasi, pastikan seluruh perangkat yang menyerap tenaga listrik sudah dimatikan seperti AC, radio, dan lampu-lampu.

Ketika kamu memanaskan mobil, baiknya jangan nyalakan pendingin ruangan (AC), radio, lampu, atau perangkat elektronik lain. Pasalnya, kondisi aki belum sepenuhnya terisi dengan listrik.

Berita Terkait : Gegara Gaya Main, Dua Kali Presiden Milan Tolak Pogba

Setelah memanaskan mesin, jangan lupa matikan kembali semua komponen kelistrikan. Tujuannya, supaya listrik pada aki tidak berkurang dan memudahkan ketika menyalakan mesin kembali. Memanaskan mesin cukup 5-10 menit seminggu 2 kali.

2. Periksa Level Cairan Aki

Air aki jangan sampai di bawah level minimal atau low level. Mengisi air pun tak boleh melebihi level atas karena pada saat aki panas, air bisa tersembur keluar bersamaan uap yang sangat korosit.

Namun, jika level air di bawah takaran, tambahkan secukupnya. Penambahan air aki disarankan menggunakan air aki murni, bukan air aki zuur agar sel aki tidak cepat rusak.

Sementara untuk aki jenis maintenance free (MF) bisa dilakukan pengecekan dengan battery tester.

Alat ini tidak hanya berguna untuk mengukur voltase atau tegangan aki saja, namun juga daya starter (CCA-Cold Cranking Ampere), tingkat tegangan (SOC-State of Charge), dan tingkat kesehatan aki (SOH-State of Health).

3. Perhatikan Kebersihan Aki

Berita Terkait : Meski di Rumah Saja, Aktivitas Tetap Produktif ditemani Samsung Galaxy M62

Perhatikan kebersihan permukaan aki, terutama pada kutub negatif dan positif. Saat terminal aki kotor, arus listrik tidak bisa mengalir sempurna akibat pasokan listrik kurang.

Lambat laun merusak terminal dan bisa menjalar ke peranti elektronik. Jika kamu melihat kerak berwarna kehijauan dan kotoran pada terminal aki, segera bersihkan dengan memakai air panas secukupnya, kemudian menyikatnya sampai bersih. Setelah dibersihkan, kencangkan baut klem aki.

Pastikan aki selalu dalam posisi yang fix dan tidak bergeser, karena aki yang mudah berguncang saat kendaraan bergerak bisa cepat rusak.

4. Cek Daya Aki

Kamu juga bisa mengecek kapasitas aki dengan multitester. Cek dayanya dan pastikan aki mampu bekerja dengan baik karena aki yang kekurangan daya bisa mempengaruhi sistem kelistrikan mobil. Paling penting, agar pasokan listrik pada komputer mobil (ECU) berjalan mulus.

Untuk urusan perawatan, paling mudah memang aki MF karena indikator dayanya jelas, yakni terdapat warna hijau dan merah. Kalau indikator merah, berarti harus segera diganti, dan sebaliknya jika berwarna hijau, berarti aki masih layak pakai.

5. Cek Kebocoran Aki

Berita Terkait : Polda Brebes Tangkap Provokator Penolakan PPKM

Periksa apakah terjadi kebocoran pada aki, terutama di badan aki maupun penutupnya. Jika terjadi kebocoran dan tidak segera diatasi, air korosif bisa merusak bodi bahkan komponen lain.

Kebocoran pada badan aki harus segera ganti dengan yang baru. Sedangkan jika terjadi hanya pada tutup saja, bisa dikencangkan atau diganti tutup aki yang baru.

6. Pemasangan Aki

Nah, ini yang kelihatanya mudah, tapi jarang diperhatikan. Jika kamu mau buka aki, dahulukanlah copot pengait pada kutub negatif, kemudian barulah lepas pengait positif.

Sebaliknya saat memasang, dahulukan kutub positif baru negatif agar tidak terjadi korsleting. Beberapa pengecekan di atas sulit dilakukan tanpa dukungan alat yang memadai seperti battery tester. [DIT]