Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bingung Ngadepin Orang Yang Ragu Sama Vaksin? Coba Lakukan 6 Tips Ini
Selasa, 28 September 2021 16:32 WIB
Sebelumnya
Ketiga, bantu mereka agar merasa berdaya. Faktanya, masih banyak yang takut untuk melakukan vaksinasi Covid-19. Daripada menyalahkan keadaan, lebih baik ajak mereka untuk berbuat positif. Sehingga, membawa kebaikan bagi semua orang.
Caranya, dengan menyemangati dan mengingatkan mereka, bahwa mereka bisa membantu mengubah situasi. Baik untuk diri sendiri maupun keluarganya, dengan mendapatkan vaksin.
Keempat, jangan fokus pada mitos. Mitos seputar vaksin Covid-19 tidak bisa hilang begitu saja. Dibutuhkan penjelasan untuk meluruskannya.
Daripada membahas mitos terlalu dalam sehingga memungkin munculnya mitos-mitos lainnya, sebaiknya kita meluruskan misinformasi.
Baca juga : Kuba, Negara Pertama Yang Nyuntik Vaksin Covid Untuk Anak 2 Tahun
Untuk meluruskan mitos menjadi informasi yang benar dibutuhkan strategi.
Strategi yang dapat dilakukan adalah memulai dengan pernyataan fakta, bahwa vaksin Covid-19 aman dan efektif. Beri isyarat bahwa kalimat selanjutnya adalah misinformasi. Misalnya, ada satu hal keliru tentang (mitos).
Kemudian, sebutkan kekeliruan (mitos) yang sedang ditanggapi. Lalu, tutup dengan fakta. Tunjukkan alasan mitos tersebut tidak benar.
“Hal yang terpenting adalah menggantikan misinformasi dengan informasi yang benar,” tegas Dr. Omer.
Baca juga : Presiden Terbang Ke Jateng Tinjau Vaksin Hingga Pertemuan Rektor
Kelima, gunakan metode komunikasi presumtif, yakni pendekatan komunikasi dengan membuat pernyataan atau presumsi (dugaan) telah terbukti berhasil di lingkungan klinik kesehatan. Ini juga efektif dalam komunikasi antarpribadi.
Contoh metode ini adalah “Yuk, kita vaksinasi!”
Menurut Dr. Omer, dalam situasi ini, kita tidak mengambil alih otonomi seseorang terhadap dirinya. Melainkan menetapkan suatu keadaan secara lisan.
Keenam, jangan berkecil hati. Tidak dapat dipungkiri, berdiskusi dengan orang yang skeptis terhadap vaksin Covid-19, akan membutuhkan waktu yang panjang dan kesabaran.
Baca juga : Mendes Ngarep Anggaran Dana Desa Tahun Depan Nggak Disunat
Pasalnya, upaya mengubah pikiran seseorang yang ragu terhadap vaksin adalah proses yang panjang. Namun, satu hal yang harus diingat, secara umum, orang-orang yang menolak vaksin dengan keras tidak akan berubah hanya melalui satu kali diskusi.
"Kuncinya adalah dengan tetap menjalin hubungan baik dengan mereka,” ucap Dr. Omer.
Jika semua upaya telah dilakukan namun belum berhasil, itu bukanlah salah Anda. Yang terpenting telah berusaha dengan maksimal untuk kebaikan bersama.
Jangan menyerah. Tetap lakukan edukasi pada mereka yang ragu terhadap vaksin. Demi hidup damai berdampingan dengan Covid-19. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya