Dewan Pers

Dark/Light Mode

Komisi IX DPR Puji Pemkot Tangerang Yang Sukses Turunkan Stunting

Selasa, 30 Nopember 2021 20:43 WIB
Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin (tengah) menerima rombongan Komisi IX DPR, di Ruang Akhlakul Karimah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (30/11). (Foto: Pemkot Tangerang)
Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin (tengah) menerima rombongan Komisi IX DPR, di Ruang Akhlakul Karimah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (30/11). (Foto: Pemkot Tangerang)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin menerima rombongan Komisi IX DPR, yang datang melakukan kunjungan kerja spesifik tentang Pengawasan Pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting, di Ruang Akhlakul Karimah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (30/11). Dalam kesempatan itu, Sachrudin ditemani Kepala Dinas Kesehatan Dini Anggraeni beserta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Di hadapan para anggota Komisi IX DPR, Sachrudin menyatakan, kesehatan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Kesehatan juga menjadi salah satu bidang prioritas pembangunan bagi Pemkot Tangerang.

"Salah satunya perbaikan gizi, khususnya stunting, yang dapat berdampak pada risiko penurunan kemampuan produktif dan kualitas sumber daya manusia. Upaya pencegahan dan penanggulangan stunting pada balita penting untuk dilakukan," ujar Sachrudin.

Berita Terkait : HUT Korpri, Walkot Tangerang Harapkan ASN Junjung Tinggi Panca Prasetya

Sachrudin menerangkan, Data Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) Kota Tangerang menunjukan angka stunting pada balita di Kota Tangerang di 2021 tinggal 9,08 persen. Angka ini di bawah ambang batas yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 20 persen.

“Jadi, masih tergolong rendah. Akan tetapi, Pemkot Tangerang tetap terus melakukan upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kota Tangerang," terang Sachrudin.

Sachrudin menjelaskan, upaya pencegahan dan penurunan stunting dilakukan melalui aksi intervensi penurunan stunting terintegrasi berupa intervensi spesifik yang dilakukan sektor kesehatan maupun intervensi sensitif yang dilakukan oleh sektor di luar kesehatan. "Aksi tersebut salah satunya meliputi peningkatan surveilans gizi dan pemantauan pertumbuhan, peningkatan akses dan mutu paket pelayanan kesehatan dan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan balita dan remaja," terangnya.

Berita Terkait : Eks Wakil Ketua Komisi V DPR Yudi Widiana Segera Disidang Dalam Kasus TPPU

Wakil Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena, yang memimpin rombongan Dewan, menyampaikan bahwa berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2018, prevalensi anak Indonesia di bawah usia lima tahun yang mengalami stunting yaitu 30,8 persen atau sekitar 7 juta balita.

"Untuk itulah, Komisi IX DPR memutuskan untuk melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kota Tangerang untuk membahas secara langsung pelaksanaan program percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari pelaksanaan Peraturan Presiden No 72 Tahun 2021," ucapnya.

Politisi Partai Golkar ini lantas memuji keberhasilan Pemkot Tangerang yang berhasil menurunkan angka stunting menjadi sekitar 9 persen. “Dari yang sudah dipaparkan, angka stunting di Kota Tangerang terbilang cukup bagus. Saya harap ini bisa menjadi contoh bahwa di daerah perkotaan juga stunting masih menjadi permasalahan serius," ucapnya. [USU]