Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Banjir yang melanda Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebabkan 4.198 jiwa mengungsi. Mereka berasal dari 31 desa di 6 Kecamatan. Ini data sementara hingga Minggu (9/6) pukul 20.00 WITA.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merinci, pengungsi terbanyak berasal dari 13 desa di Kecamatan Asera dengan jumlah 1.911 jiwa. Disusul 5 desa di Kecamatan Andowia dengan jumlah 1.665 jiwa, 7 desa di Kecamatan Oheo sebanyak 394 Jiwa, 4 desa di Kecamatan Landawe dengan 180 Jiwa dan 2 desa di Kecamatan Langgikima sebanyak 48 Jiwa. Untuk Kecamatan Wiwirano, masih dalam proses pendataan.
Baca juga : Banjir di Mandor, Landak, 268 KK Terpaksa Ngungsi
Banjir juga menyebabkan 72 unit rumah hanyut dan ribuan unit lainnya terendam. 5 gedung sekolah dan 2 gedung Balai Desa, 3 Bangunan Masjid, 2 unit Puskesmas di Kecamatan Andowia dan 2 unit Pustu juga terdampak. Sawah seluas 970,3 hektar, lahan jagung seluas 83,5 hektar, serta lahan lainnya 11 hektar turut terendam. Banjir juga menghancurkan tambak seluas 420 hektar.
Kemudian, jembatan dan jalan hanyut dan terputus. Di antaranya, jembatan penghubung Desa Laronanga-Puwonua, jembatan di Desa Padalerutama, jalan yang menghubungkan Deaa Tanggulari-Desa Tapuwatu, serta jembatan pada jalan antar provinsi di Kelurahan Asera.
Baca juga : Kapal Tenggelam di Banggai Laut, 19 Penumpang Hilang
Sementara itu, delapan desa belum bisa dijangkau karena akses yang putus dan derasnya aliran air. Kedelapan desa itu adalah Desa Padalere Utama, Desa Padalere, Desa Culambatu, Desa Lamonae Induk dan Kelurahan Lamonae di Kecamatan Wiwirano. Kemudian Desa Polora Induk di Kecamatan Langgikima serta Desa Tambakua dan Desa Landiwo di Kecamatan Landawe.
Kendala yang dihadapi BNPB adalah masih turunnya hujan dengan intensitas cukup tinggi, yang membuat arus aliran air masih deras, penggunaan sampan mesin tidak dapat menjangkau wilayah terisolir. Kendala lain, sulitnya akses komunikasi dan minimnya peralatan yang dimiliki.
Baca juga : Mau Lebaran, Warga Konawe Utara Malah Kebanjiran
Banjir disebabkan hujan yang mengguyur hampir seluruh wilayah Sultra dengan intensitas tinggi yang dimulai sejak Mei hingga Juni 2019.
Data dari data Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Gesofisika (BMKG) Sultra merilis prakiraan cuaca Mei hingga Juni, terjadi peningkatan curah hujan di seluruh wilayah berpenduduk 2,7 juta ini. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya