Dark/Light Mode

Waduh, 1.143 Warga Sunter Agung, Jakut Kepatil Covid

Kamis, 10 Februari 2022 19:43 WIB
Seorang warga tengah menjalani tes swab PCR Covid-19. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Seorang warga tengah menjalani tes swab PCR Covid-19. (Foto: Ilustrasi/Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Data Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyebut jika 1.143 warga Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara (Jakut) positif Covid-19. Lurah Sunter Agung Danang Wijanarka pun mengatakan, akan mengecek kebenaran data tersebut.

Menurut Danang, sebelumnya dikabarkan jika ada 100 warganya di Rukun Warga (RW) 01 dilaporkan positif Covid-19. Namun setelah ditelusuri ternyata hanya ada 64 saja. Memang diakui Danang, di wilayahnya yang terdiri dari 20 RW, banyak yang terkonfirmasi Covid-19.

Padahal, kata dia, penerapan protokol kesehatan (prokes) di wilayahnya relatif baik. Dan dari penelusuran yang dilakukan di lapangan, diklaim Danang, sebagian besar warganya menggunakan masker.

Baca juga : Begini Cara Zalnando Memotivasi Pemain Yang Kepatil Covid

"Memang tidak 100 persen. Ada satu, dua orang yang kami cek tidak menggunakan masker," ujar Danang kepada wartawan di Jakarta, Kamis (10/2).

Dia menjelaskan, perkembangan kasus di wilayah Sunter Agung terjadi akibat tingkat penyebaran Omicron yang cepat. Untuk menahan laju penularan dengan karakteristik seperti itu, kata Danang, peran gugus tugas dioptimalisasi.

Dari segi vaksinasi, Danang menyebut, Kelurahan Sunter Agung merupakan wilayah dengan progres tertinggi di kawasan Tanjung Priok. Untuk dosis satu dan dua sudah mencapai 85 persen.

Baca juga : Diyakini Cepat Pulih, Ini 7 Pemain Timnas Yang Kepatil Covid

Di samping itu, program vaksinasi dosis ketiga atau booster juga terus berjalan. Program tersebut sempat dan akan dilaksanakan kembali di kantor RW setempat dengan proses sosialisasi melalui pemberitahuan keliling.

Dia menambahkan, untuk fasilitas isolasi warga terdampak Covid-19 juga telah disiapkan di sejumlah tempat seperti kantor RW dan musala. Wilayah tersebut tidak memiliki tempat isolasi khusus.

"Tempat khusus tidak ada. Kebanyakan isolasi mandiri di rumah. Kami belajar dari yang sudah," jelasnya.

Baca juga : Wajib Tahu, 5 Bahaya Ini Mengintai Anak Yang Belum Divaksin Covid

Kata Danang, warga yang terpapar Covid-19 rata-rata isolasi mandiri (isoman). "Yang isolasi mandiri itu ada 680 lebih, sedangkan yang dirawat sekitar 330 warga," terangnya.

Danang mengaku selalu memperhatikan warganya yang isoman agar diberikan obat oleh pihak terkait. "Saya ini termasuk cerewet, sering ngingetin, "udah minum obat belum, udah dikasih sembako belum?" katanya.

Untuk sembako, diungkap Danang, berasal dari swadaya warga serta dari Dinas Sosial DKI Jakarta. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.