Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyatakan, pesantren merupakan satu-satunya lembaga pendidikan yang paling sukses di tengah pandemi Covid-19 yang mulai masuk Indonesia sejak awal 2020 yang lalu.
"Alhamdulillah pesantren merupakan satu-satunya lembaga pendidikan yang paling sukses di dalam masa pandemi yang menimpa seluruh lembaga-lembaga pendidikan," kata Cak Imin saat menghadiri Semaan Rutin Jumat Kliwon di Ponpes Darul Quran wal Irsyad Wonosari, Gunung Kidul, Jumat (14/1).
Dalam kegiatan yang juga dirangkai dengan Haul Almagfurlah KH. Muhammad Munawir tersebut, Cak Imin juga menyinggung perubahan yang begitu pesat di setiap lini kehidupan, termasuk model berdakwah.
Baca juga : Begini Cara Hadi Tjahjanto Antisipasi Banjir Di Sirkuit Mandalika
Menurut Gus Muhaimin, dalam kurun waktu 10-15 tahun yang lalu, konten dakwah di media sosial begitu ramai dan dikuasi oleh kelompok-kelompok penentang NKRI dan Pancasila seperti Wahabi. Namun saat ini jemaah Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyyah sudah mampu turut serta meramaikan konten medsos.
"Saya masih ingat 10-15 tahun yang lalu dakwah islamiyah di dunia maya didominasi oleh kelompok-kelompok wahabi. Tapi alhamdulillah lima tahun terakhir ini kita berhasil mengejar dan insyaallah lebih unggul dibanding dakwah islamiyah yang lainnya," tutur Cak Imin.
Wakil Ketua DPR ini juga mengajak para santri untuk tidak antipati terhadap politik. Dia menyatakan tanpa peran di politik perubahan-perubahan yang diharapkan tentu akan disulit digapai. "Siapa yang tidak ikut dalam politik tidak akan ikut dalam menentukan perubahan," ungkapnya.
Baca juga : Hadi Diparkir Di Mandalika
Dikatakan Cak Imin, perubahan yang begitu pesat memerlukan solusi yang tepat dan cepat juga. Pun demikian bagi kalangan santri di pesantren yang juga perlu bersiap diri menghadapi perubahan-perubahan tersebut.
Cak Imin menyebut tiga tantangan yang harus segera dibenahi menghadapi perubahan. Pertama, Indonesia harus setara. Menurut Cak Imin, sistem ekonomi Indonesia yang belum adil harus lekas dibenahi agar kesetaraan itu terwujud. Kedua, Indonesia profesional.
Cak Imin menjelaskan bahwa pada tahun 2030 mendatang jumlah angkatan muda di Indonesia diperkirakan akan meledak hampir 40 persen dari seluruh populasi. Ketiga, Indonesia lestari di mana ekonomi Indonesia hanya bergantung pada beberapa aspek, antara lain tambang.
Baca juga : Firli Bahuri: KPK Tidak Akan Terlibat Dalam Politik
Ini harus diubah bahwa kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas pembangunan Indonesia.
"Indonesia diharapkan menjadi solusi kelestarian dan berkontribusi bagi keselamatan dunia, baik alamnya maupun peradabannya. Insya Allah Indonesia bersama santri dan juga ulama ahlussunnah waljamaah bisa menjadi alternatif bukan hanya bagi kita, tapi juga dunia," pungkas Cak Imin.
Acara tersebut turut dihadiri Pengasuh Ponpes Darul Quran wal Irsyad KH. A. Kharis Masduqi, Bupati Gunung Kidul Sunaryanta, Ketua DPW PKB DIY Agus Sulistiono, Ketua DPW PKB Jateng KH. Yusuf Chudlori, Stafsus Menteri Perdagangan Lukmanul Khakim, serta ratusan santri Ponpes Darul Quran wal Irsyad. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya