Dewan Pers

Dark/Light Mode

Selama 4 Tahun Terjadi 57 Kasus

Waspada, Banyak Kali Di DKI Rawan Longsor

Kamis, 7 April 2022 07:30 WIB
Pekerja mengoperasikan alat berat tengah untuk membangun turap Anak Kali Ciliwung di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (5/4/2022). Pembangunan turap tersebut sebagai upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mencegah banjir di Ibu Kota. (ANTARA FOTO/Reno Esnir/rwa).
Pekerja mengoperasikan alat berat tengah untuk membangun turap Anak Kali Ciliwung di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (5/4/2022). Pembangunan turap tersebut sebagai upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mencegah banjir di Ibu Kota. (ANTARA FOTO/Reno Esnir/rwa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Warga Ibu Kota yang tinggal di tepi sungai kudu mewaspadai potensi longsor pada saat curah hujan tinggi. Sebab, selama empat tahun terakhir, 2017-2021 setidaknya terjadi 57 kali musibah tersebut di Jakarta.

Data tersebut disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Mayoritas longsor disebabkan curah hujan tinggi pada lokasi yang berada di sekitar kali atau sungai.

Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji merincikan, kejadian longsor paling banyak terjadi di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel) sebanyak 34 kejadian dan Jakarta Timur (Jaktim) sebanyak 21 kejadian. Di Jaksel, longsor terjadi di Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan.

Berita Terkait : Ngeri, Delapan Kecamatan Di Ibu Kota Rawan Longsor

Untuk Jaktim Kecamatan Kramatjati, dan Pasar Rebo. Untuk detail wilayah, longsor paling sering terjadi di Kelurahan Srengseng Sawah sebanyak 6 kejadian dan Ciganjur sebanyak 4 kejadian. “Namun bukan berarti seluruh wilayah Kecamatan tersebut masuk ke dalam kategori rawan.

Namun hanya pada wilayah tertentu yang berada pada kawasan lereng di tepi kali atau sungai saja. Hal ini perlu dipahami agar masyarakat tidak panik, namun tetap waspada,” jelas Isnawa dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Menurutnya, BPBD setiap bulan menyampaikan ke publik lokasi rawan longsor di Ibu Kota. Informasi itu bersumber dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada situs vsi.esdm.go.id.

Berita Terkait : Purnawirawan TNI Tersangka Kasus Paniai Belum Ditahan, Ini Penjelasan Kejagung

Pada April 2022, terdapat delapan Kecamatan di Jaksel dan dua Kecamatan di Jaktim yang perlu diwaspadai terhadap potensi longsor.

Kenali Potensi Longsor

Isnawa menjelaskan, gerakan tanah atau biasa disebut tanah longsor, merupakan peristiwa perpindahan bahan pembentuk lereng (berupa tanah, batuan, bahan timbunan atau campuran di antaranya) yang bergerak ke bawah atau keluar lereng. Tanah longsor bisa terjadi karena berbagai macam pemicu seperti curah hujan, gempa bumi, erosi hingga aktivitas manusia.
 Selanjutnya