Dewan Pers

Dark/Light Mode

Lima Keluarganya Jadi Korban Kebakaran Warakas

Branch Nyaris Nekat Melompat Ke Kobaran Api

Selasa, 12 April 2022 19:23 WIB
Petugas mengevakuasi jenazah korban kebakaran di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/4). (Foto: BPBD DKI)
Petugas mengevakuasi jenazah korban kebakaran di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/4). (Foto: BPBD DKI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Branch Johan Shane Imanuel tak menyangka, aktivitasnya keluar rumah pada Selasa (12/4) dini hari untuk bermain futsal menjadi perpisahan untuk selamanya dengan keluarganya.

Pada malam itu, Ayah, Ibu serta tiga adiknya tewas dalam kebakaran yang menghanguskan rumah sekaligus bengkel motor milik keluarganya di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sekitar pukul 02.37 WIB. Kini, Branch hidup sebatang kara.

Saking histerisnya, Branch bahkan sempat ingin ikut melompat ke dalam api yang menghanguskan rumah dan menewaskan seluruh anggota keluarganya. Untungnya, tetanggannya Hendriyan (40) mencegah aksi nekat cowok 19 tahun itu.

“Api lagi berkobar-kobar, dia sempat ke sini (depan ruko yang terbakar). Dia bilang, mau lompat ke api mau mati aja. Dia bilang, 'mau sama siapa lagi saya hidup?',” cerita Hendriyan, Selasa (12/4)

“Saya bilang, gampang lah mau hidup gampang yang penting lu minggir dulu," kata Hendriyan mengulang ucapannya saat itu. Hendriyan kemudian membawa Branch ke tempat yang lebih aman. Rumah kos karyawan bengkel orangtua Branch.

Berita Terkait : Gelar Happy Wheel 2022, Propan Ekspansi Bisnis Cat Ke Kawasan ASEAN

Hendriyan menuturkan, saat api membara korban sempat menggedor pintu bengkel dan berteriak minta tolong. Mereka berteriak meminta pertolongan untuk dibukakan pintu rolling door. Warga tahu itu. Namun mereka tak bisa berbuat banyak. Sebab rolling door dikunci dari luar dan api terus membesar.

Dengan sebuah galah panjang, warga pun menusuk-nusuk rolling door agar pintu tersebut bisa terbuka.

“Begitu rolling sudah ambrol sedikit, itu kelihatan kaki korban udah jatuh di depan rolling door,” kata dia.

Menurutnya, di depan rolling door itu ada tiga orang yang sudah dalam kondisi terbakar. Mereka adalah ayah, ibu, dan anaknya yang paling kecil. Ketua Rukun Tetangga (RT) 16 Rukun Warga (RW) 001 Kelurahan Warakas, Asmawati mengatakan, korban kebakaran tersebut berjumlah lima orang yang terdiri dari bapak, ibu, dan anak.

Asmawati mengatakan, keluarga tersebut memiliki empat orang anak. Namun saat kebakaran itu, anak pertama yakni Branch, sedang berada di luar. Dia keluar rumah sekitar jam 12 malam. Rupanya, pintu ruko yang berupa rolling door itu dikunci dari luar.

Berita Terkait : Ini Momen Kocak Babe Cabita Dan Marshel Widianto Saat Naik Pesawat Mewah Ke Paris

“Pintunya dikunci dari luar, digembok," kata dia.

Namun, Asmawati juga tidak mengetahui siapa yang mengunci pintu tersebut.

“Saya juga enggak tahu yang mengunci itu anaknya atau siapa," kata dia.

Seluruh jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur dan akan dimakamkan di kampung halaman mereka di Medan, Sumatera Utara. Kelima korban, yakni John Faber Tampubolon (50), Darmawati Simanjuntak (50), Fransiskus Darius (15), Maria AF (13), dan Luis Tampubolon (9).

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara, Satriadi Gunawan mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan kebakaran pada pukul 02.37 WIB dan langsung mengerahkan tim ke lokasi kejadian yang dekat dengan SMAN 18 Jakarta.

Berita Terkait : UU Keolahragaan Jadi Panduan Kemenpora Jalankan Program Kerja

"Obyek yang terbakar adalah bengkel motor, tiga ruko. Ada 1 KK berjumlah 6 orang dan 5 orang meninggal dunia, 3 laki-laki dan 2 perempuan," kata Satriadi.

Berdasarkan kronologi kejadian, kata dia, korban meninggal dunia karena terkunci dari luar. Pintu utama tersebut berupa rolling door dan dikunci dari luar oleh anaknya yang sedang pergi bermain futsal. "Korban terkunci di dalam bengkel. Pintu utamanya rolling dor yang digembok dari luar oleh anak korban yang sedang pergi bermain futsal," kata dia.

Satriadi mengatakan, dugaan penyebab kebakaran adalah korsleting dan diperkirakan kerugian atas kejadian ini adalah Rp 300 juta. Gulkarmat mengerahkan 10 unit mobil damkar dan 50 personel untuk memadamkan api. (DRS)