Dewan Pers

Dark/Light Mode

Soft Launching Dihadiri Menhub & Menkop UKM

Pengoperasian Stasiun Matraman Makin Tingkatkan Pelayanan KRL Jabodetabek

Minggu, 19 Juni 2022 20:08 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi (tengah) menghadiri soft launching pengoperasian Stasiun Matraman, Jakarta Timur, Minggu (19/7). (Foto: Dok. Kemenhub)
Menhub Budi Karya Sumadi (tengah) menghadiri soft launching pengoperasian Stasiun Matraman, Jakarta Timur, Minggu (19/7). (Foto: Dok. Kemenhub)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bersama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menghadiri soft launching pengoperasian Stasiun Matraman, Jakarta Timur, Minggu (19/7). Pembangunan stasiun ini merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan angkutan massal KRL Jabodetabek.

Stasiun Matraman berada di posisi yang strategis, yakni berada di antara dua stasiun KRL tersibuk yaitu Stasiun Jatinegara dan Stasiun Manggarai. Pengoperasian ini diharapkan dapat mereduksi kepadatan volume penumpang KRL dan menunjang kelancaran mobilitas masyarakat yang akan naik turun KRL di daerah Matraman, Kampung Melayu, Jatinegara, dan Manggarai.

“Kami ingin angkutan massal menjadi angkutan prioritas bagi masyarakat. Saat ini kereta api sudah menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan dan aglomerasi,” ujar Menhub, saat menghadiri soft launching.

Menhub memastikan akan terus meningkatkan pelayanan angkutan massal KRL Jabodetabek. Upaya peningkatan pelayanan yang dilakukan di antaranya membangun Double-Double Track (DDT), mempersingkat headway (waktu tunggu kedatangan antar kereta) menjadi 3 menit, dan merevitaliasi stasiun.

“Saat ini, pengguna kereta listrik Jabodetabek sudah 1,2 juta penumpang per hari. Ke depan, akan terus kita tingkatkan hingga 2 juta penumpang per hari. Insya Allah dalam 2-3 tahun ini bisa kita lakukan,” ucapnya.

Berita Terkait : KAI Gandeng Transjakarta Tingkatkan Pelayanan Ke Pelanggan

Menhub melanjutkan, kehadiran infrastruktur transportasi turut mendukung kemajuan di sektor lain, seperti pariwisata dan UKM. Untuk itu, telah dialokasikan 30 persen dari area komersial yang ada di simpul-simpul transportasi seperti stasiun, untuk digunakan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Kami telah berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM, bersama PT KAI untuk pengalokasian area komersil di stasiun untuk UMKM,” kata Menhub.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan apresiasi kepada Menhub dan jajarannya serta operator transportasi yang telah mendukung kemajuan sektor UMKM. “Kebijakan afirmasi ini akan disambut gembira para pelaku UMKM,” tuturnya.

Sementara itu, penggiat perempuan, pengguna kereta api sekaligus Direktur Wahid Foundation Yenny Zannuba Wahid juga menyampaikan apresiasi terhadap peningkatan pelayanan transportasi khususnya kereta api di Indonesia. Menurutnya, standar kualitas transportasi perkeretaapian di Indonesia setara dengan standar di negara-negara maju.

"Ini adalah pencapaian yang patut kita banggakan. Jadi saya mengucapkan selamat untuk Kementerian Perhubungan dan PT KAI atas capaian yang luar biasa ini," ucapnya.

Berita Terkait : Bamsoet Dorong Industri Kendaraan Udara Tingkatkan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Mengakomodir sejumlah saran dan masukan dari berbagai kalangan pengguna KRL, di antaranya penyandang diabilitas, Stasiun Matraman telah dilengkapi fasilitas yang ramah bagi disabilitas seperti lift dan jalur khusus.

Salah seorang penyandang disabilitas bernama Catur, yang juga pengguna KRL Jabodetabek menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah, yang telah menyediakan sejumlah fasilitas yang semakin memudahkan para penyandang disabilitas menggunakan angkutan massal.

“Dengan fasilitas yang ramah disabilitas, diharapkan semakin banyak rekan-rekan kami yang menggunakan angkutan massal KRL. Mereka pasti senang untuk mencoba KRL,” katanya.

Pembangunan Stasiun Matraman merupakan bagian dari Mega Proyek Double-Double Track (DDT) Manggarai-Cikarang. Stasiun Matraman ini mulai dibangun pada 2016 oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub dengan anggaran senilai Rp 34 miliar, yang bersumber dari pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), yang sekaligus menjadi sumber biaya keseluruhan pembangunan dari Proyek DDT Manggarai-Cikarang.

Stasiun Matraman memiliki dua jalur KA dengan satu buah peron sepanjang 250 meter dan lebar 5 meter. Bangunan Stasiun Matraman terdiri dari 2 lantai dengan luas bangunan 3.010 meter persegi. Stasiun Matraman juga dilengkapi fasilitas dua unit escalator, satu unit lift dan dua tangga manual. Selain itu stasiun ini juga dilengkapi area parkir seluas 2.625 meter persegi.

Berita Terkait : Lestari Minta Pemerintah Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Stasiun Matraman ditargetkan dapat melayani penumpang KRL Commuter Line hingga 10 ribu penumpang per hari. Pada masa percobaan beberapa waktu lalu, stasiun ini telah melayani naik-turun penumpang sebanyak 1.200 penumpang per hari. Nantinya stasiun ini juga akan terintegrasi dengan Halte Bus Transjakarta yang melayani tiga koridor yaitu Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, dan Senen.

Turut hadir pada peluncuran soft launching Stasiun Matraman yaitu Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, Dirut PT KAI Didiek Hartantyo, Dirut KCI Mukti Jauhari, perwakilan disabilitas, dan sejumlah pejabat terkait.■