Dark/Light Mode

Wilayah Kamal Muara Sudah Tersambung Pipa PAM

Warga Sujud Syukur, Akhirnya Merdeka Air

Sabtu, 2 Juli 2022 07:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) melakukan peletakan pipa distribusi tahap dua saat kegiatan Hajatan 100 Hari Air Mengalir dan Peletakan Pipa Pertama di Kamal Muara, Penjaringan Jakarta Utara, Kamis (30/6/2022). PAM JAYA menggelar hajatan 100 hari air mengalir di daerah Kamal Muara, Penjaringan sekaligus peletakan pipa distribusi Kamal Muara tahap dua untuk mewujudkan percepatan pelayanan air bersih di Jakarta. (ANTARA FOTO/Fauzan/hp).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) melakukan peletakan pipa distribusi tahap dua saat kegiatan Hajatan 100 Hari Air Mengalir dan Peletakan Pipa Pertama di Kamal Muara, Penjaringan Jakarta Utara, Kamis (30/6/2022). PAM JAYA menggelar hajatan 100 hari air mengalir di daerah Kamal Muara, Penjaringan sekaligus peletakan pipa distribusi Kamal Muara tahap dua untuk mewujudkan percepatan pelayanan air bersih di Jakarta. (ANTARA FOTO/Fauzan/hp).

 Sebelumnya 
Kehadiran air perpipaan di Kamal Muara merupakan bagian dari salah satu proyek percepatan pelayanan PAM Jaya, SPAM Hutan Kota.

Proyek itu menargetkan 30 ribu sambungan pelanggan baru di empat wilayah di ujung Jakarta, yakni Kamal Muara, Kamal, Tegal Alur, dan Pegadungan.

Selain itu, PAM Jaya juga membangun jaringan pipa transmisi dan distribusi sepanjang 153 kilometer untuk mengaliri air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota yang berkapa[1]sitas 500 liter per detik.

Jangan Boros Air

Baca juga : Jaga Kewarasan, Warga Ukraina Tertawakan Perang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga memanfaatkan air dengan sebaik-baiknya dan tidak boros.

“Gunakan untuk dua hal. Satu kebutuhan hidup, dua kegiatan usaha,” pesan Anies.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Gani Suwondo Lie lega karena keluhan warga terkait kebutuhan air di Kelurahan Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, berangsur tuntas.

“Kalau kami reses, keluhan warga cuma minta air bersih. Itu kebutuhan mendesak. Alhamdulillah, hari ini semua sudah terpenuhi, atas kerja sama eksekutif bersama Dewan,” katanya.

Baca juga : Mantan KSAL Marsetio Terima Penghargaan Sebagai Guru Besar Berprestasi

Menurut Gani, pengelolaan air di Jakarta sempat terkendala, setelah adanya keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta 25 tahun silam untuk melibatkan mitra swasta sebagai operator air bagi masyarakat.

Padahal, air sebagai hajat hidup orang banyak. Seharusnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

“Ya itulah keputusan politik, harus bekerja sama dengan Palyja. Tapi kami sudah tidak memperpanjang lagi. Jadi ini tahun terakhir kerja sama,” sebutnya.

Setelah 1 Februari 2023, semua pengelolaan air di Jakarta akan dikembalikan kepada PAM Jaya.

Baca juga : Jelang Ramadan, KSP Pastikan Harga Sembako Akan Terkendali

Gani berharap, kebutuhan air warga Jakarta bisa terus diperjuangkan oleh para penerus roda Pemerintah DKI Jakarta pada periode mendatang, secara bersama-sama.

Pasalnya, pemasangan sambungan pipa airnya juga memerlukan desain dan pekerjaan yang tidak sederhana. Bahkan membutuhkan anggaran yang cukup besar.

“Namun semua itu bukan alasan untuk tidak melayani kebutuhan warga Jakarta,” tandasnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.